Ngamuk Tanpa Sebab di Proyek Ruko Samarinda, Pelaku Lukai Pekerja lalu Kabur Usai Membakar Bangunan

Kepolisian bersama relawan Kota Samarinda melakukan pencarian pelaku penganiayaan dan pembakaran bangunan dikawasan Jalan Batu Cermin Sempaja. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana malam di kawasan Jalan Wahid Hasyim 2, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, mendadak berubah mencekam pada Kamis (28/5/2026) malam. Seorang pria tak dikenal tiba-tiba datang sambil membawa senjata tajam jenis parang dan gir besi, lalu mengamuk di lokasi proyek pembangunan ruko dua lantai.

Aksi brutal yang terjadi sekitar pukul 20.00 Wita itu sontak membuat para pekerja proyek dan warga sekitar panik. Dalam amukannya, pria tersebut menyerang salah satu pekerja bangunan hingga mengalami luka di bagian tangan dan kepala.

Tak hanya melakukan penganiayaan, pelaku juga diduga membakar sejumlah material bangunan yang berada di lantai satu proyek ruko yang masih dalam tahap pengerjaan.

Kobaran api yang muncul dari dalam bangunan membuat warga sekitar semakin geger. Kepulan asap terlihat membumbung dari area proyek dan menimbulkan kekhawatiran api akan merambat ke bangunan lain di sekitar lokasi.

Beruntung, para relawan yang datang ke lokasi bergerak cepat melakukan pemadaman sehingga api berhasil dikendalikan sebelum membesar.

“Pas saya datang tiba-tiba sudah ada api di atas,” ujar Ahmad Efendi (45), salah seorang warga sekitar.

Menurut Ahmad, pria yang mengamuk tersebut bukan merupakan pekerja proyek pembangunan ruko itu.

Ia mengatakan, selama ini para tukang yang bekerja di lokasi seluruhnya berasal dari Jawa dan tidak mengenal pelaku.

“Bukan pekerja sini. Orang luar itu,” katanya.

Ahmad menyebut pria tersebut datang sambil membawa parang dan langsung masuk ke area proyek sambil marah-marah tanpa alasan yang jelas.

Situasi kemudian berubah kacau ketika pelaku mulai menyerang salah satu pekerja yang berada di lokasi.

“Dia datang langsung masuk terus marah-marah,” tuturnya.

Korban yang mengalami luka akibat serangan itu diketahui langsung mendapatkan penanganan dan kini menjalani perawatan di rumah.

Sementara itu, saksi lainnya bernama Muhammad Rifai (29) mengaku sempat mencoba menenangkan pelaku sebelum situasi semakin memburuk. Saat kejadian, ia sedang mengantar barang ke sekitar lokasi proyek dan melihat keributan sedang berlangsung.

“Saya sempat ajak negosiasi, tapi dia suruh saya diam dan jangan banyak bicara,” ujarnya.

Menurut Rifai, pelaku diduga berada dalam kondisi mabuk karena berbicara tidak jelas dan terus menyalahkan anak-anak di sekitar lokasi proyek.

“Dia bilang pekerja proyek itu yang ganggu dia. Posisi dia kayak mabuk,” katanya.

Ia juga menyebut pelaku membawa parang berukuran cukup panjang dengan panjang diperkirakan lebih dari satu meter.

Kondisi tersebut membuat warga sekitar merasa takut dan berjaga-jaga untuk mengantisipasi kemungkinan pelaku kembali menyerang.

Sejumlah warga bahkan terlihat membawa balok kayu sambil ikut membantu pencarian pelaku yang melarikan diri usai mengamuk.

Ketegangan di lokasi berlangsung cukup lama karena pelaku berhasil kabur setelah melakukan penyerangan dan pembakaran material bangunan.

Petugas kepolisian bersama ratusan warga kemudian melakukan penyisiran di sekitar kawasan permukiman untuk mencari keberadaan pria tersebut.

Selain menyerang pekerja, pelaku juga diduga sempat menyalakan gas dan membakar material di dalam bangunan hingga memicu kobaran api di lantai atas proyek ruko.

Pemilik bangunan, Arif Budiman (49) mengaku belum mengetahui secara pasti motif pelaku melakukan aksi nekat tersebut. Namun berdasarkan informasi sementara yang diterimanya, pelaku dan para pekerja diduga sama-sama berprofesi sebagai tukang sehingga kemungkinan saling mengenal sebelumnya.

“Sama-sama tukang. Kalau masalahnya apa saya belum tahu,” ujarnya.

Arif mengatakan, para pekerja proyek tersebut telah bekerja di lokasi pembangunan ruko itu selama kurang lebih enam bulan.

“Kurang lebih enam bulan mereka kerja di sini,” pungkasnya.

Hingga pukul 21.30 Wita, aparat kepolisian masih melakukan pencarian terhadap pelaku dan mendalami motif di balik aksi brutal tersebut. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version