Samarinda, Kaltimetam.id – Kebakaran yang melanda lantai dua Hotel Bumi Senyiur di pusat Kota Samarinda pada Rabu (29/10/2025) pagi tak hanya memicu kepanikan besar, tetapi juga menghadirkan kisah heroik seorang anak kecil yang menyelamatkan nyawa ibunya.
Bocah tersebut menjadi “alarm hidup” saat api mulai berkobar, jauh sebelum sistem peringatan darurat hotel terdengar bekerja.
Kebakaran terjadi sekitar pukul 07.25 Wita di salah satu hotel mewah dan bersejarah di Samarinda. Asap pekat menyelimuti sebagian lantai kedua dan membuat sejumlah tamu berhamburan keluar menyelamatkan diri, sementara petugas pemadam kebakaran terus berjibaku memadamkan api dan menyisir kamar demi kamar untuk mencari kemungkinan korban yang masih terjebak.
Di tengah kepanikan itu, Devi wanita asal Kutai Timur yang sedang menginap untuk mengikuti pelatihan tidak pernah menyangka bahwa peringatan pertama datang dari anaknya sendiri, bukan dari sistem keselamatan hotel.
“Saya sedang pakai bedak, siap-siap mau pelatihan. Tiba-tiba anak saya teriak, ‘Mama, ada api kebakaran!’,” ucapnya.
Anaknya yang tengah berada di kamar 236 melihat kobaran api dari luar jendela. Dengan cepat, bocah itu buru-buru mengambil tas lalu menarik tangan ibunya untuk segera berlari meninggalkan kamar.
“Kalau bukan karena anak saya, mungkin saya masih tenang di kamar, tidak sadar bahaya. Nalurinya cepat sekali,” ungkap Devi.
Dalam kondisi panik dan terburu-buru, Devi hanya sempat mengambil mukena yang masih teringat setelah salat subuh. Ketika keluar kamar, lorong hotel sudah dipenuhi asap sehingga pandangan gelap dan sulit bernapas.
“Saya juga sempat dengar suara ledakan. Saya panik, bingung mau lari ke arah mana. Untung ada seseorang mengarahkan kami ke tangga darurat,” jelasnya.
Devi lalu mengaku bahwa saat proses evakuasi, ia tidak melihat adanya air maupun sprinkler otomatis yang bekerja untuk menghambat penyebaran api.
“Di lorong-lorong itu saya tidak melihat air keluar. Sprinkler tidak nyala. Kami hanya mengandalkan arahan dan keberanian untuk lari ke belakang menuju tangga darurat,” tuturnya.
Ia merasa sangat bersyukur bisa tiba di luar gedung tanpa cedera, bersama sang anak yang menjadi pahlawan kecil hari itu.
Hingga berita ini ditulis, petugas Damkar Kota Samarinda masih terus berupaya memadamkan sisa api dan melakukan penyisiran menyeluruh di semua lantai. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
