Samarinda, Kaltimetam.id – Aktivitas jual beli di Pasar Pagi Samarinda menjadi perhatian serius Pemerintah Kota (Pemkot) Samarinda, terutama saat hujan turun disertai angin kencang.
Kondisi tersebut kerap memicu tempias air yang masuk ke area dalam pasar dan mengganggu kenyamanan pedagang maupun pengunjung.
Untuk menjawab persoalan itu, Pemkot kini memfokuskan langkah penanganan pada penambahan fasilitas pelindung bangunan, berupa pemasangan pintu geser (sliding door) di sejumlah titik yang dinilai paling terdampak.
Asisten II Sekretariat Daerah Kota Samarinda, Marnabas Patiroy, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk penyesuaian terhadap kondisi lapangan setelah pasar mulai difungsikan secara penuh.
“Setelah ditempati, baru terlihat titik-titik mana saja yang terdampak tempias. Itu yang sekarang kita tindak lanjuti,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Ia menegaskan, penanganan tersebut telah masuk dalam rencana pembiayaan melalui pergeseran anggaran tahun berjalan.
Meski demikian, realisasi fisik masih menunggu proses administratif, termasuk tahapan lelang sesuai ketentuan yang berlaku.
Menurut Marnabas, sejak awal pembangunan, desain Pasar Pagi memang mengedepankan konsep sirkulasi udara agar area dalam tidak pengap.
Namun, kondisi tersebut justru membuka celah masuknya air hujan saat angin bertiup cukup kencang.
“Konsep awalnya menjaga sirkulasi udara tetap baik. Tapi dalam praktiknya, ada dampak lain yang baru terasa setelah operasional berjalan,” jelasnya.
Ia memastikan, persoalan yang terjadi tidak berkaitan dengan kekuatan struktur bangunan, melainkan hanya pada aspek kenyamanan dan perlindungan ruang dari cuaca ekstrem.
Karena itu, solusi yang dipilih dinilai cukup sederhana dan tidak memerlukan perubahan besar pada konstruksi utama.
“Ini bukan masalah struktur, jadi relatif lebih mudah ditangani,” katanya.
Saat ini, koordinasi masih berlangsung antara Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) dengan Dinas Perdagangan (Disdag) untuk menentukan pelaksanaan teknis di lapangan.
Pemkot menargetkan penanganan tersebut dapat rampung dalam tahun ini, sehingga aktivitas perdagangan di Pasar Pagi tidak lagi terganggu oleh faktor cuaca.
Dengan adanya penambahan fasilitas penutup tersebut, diharapkan lingkungan pasar menjadi lebih nyaman dan mendukung kelancaran aktivitas ekonomi masyarakat. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







