Samarinda, Kaltimetam.id – Kejuaraan Kapolda Kaltim Cup 2026 cabang menembak resmi digelar sebagai bagian dari rangkaian peringatan HUT Bhayangkara ke-80 Tahun 2026. Kegiatan yang berlangsung di Kalimantan Timur ini tidak hanya diposisikan sebagai ajang olahraga, tetapi juga sebagai ruang memperkuat komunikasi dan kebersamaan antara Polri dan masyarakat.
Event tersebut diikuti oleh berbagai unsur, mulai dari Forkopimda, komunitas olahraga menembak, mahasiswa, insan pers, pengusaha, hingga perwakilan masyarakat lainnya yang turut ambil bagian dalam kompetisi.
Kapolda Kaltim, Irjen Pol Endar Priantoro menjelaskan bahwa penyelenggaraan Kapolda Cup 2026 memiliki tujuan utama untuk memperkuat hubungan sosial lintas elemen melalui kegiatan positif. Menurutnya, olahraga menembak dipilih karena memiliki komunitas yang cukup kuat sekaligus mampu menghadirkan interaksi lintas profesi dalam satu wadah kegiatan.
“Tujuan kegiatan ini adalah mempererat silaturahmi antar komunitas pecinta olahraga menembak, sekaligus memperkuat hubungan Polri dengan seluruh elemen masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan berbagai kelompok dalam satu arena kompetisi diharapkan mampu memperkuat soliditas sosial serta mendukung upaya menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat di Kalimantan Timur.
Endar menegaskan bahwa peringatan HUT Bhayangkara ke-80 tahun ini mengalami perubahan pendekatan dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Jika sebelumnya kegiatan lebih banyak berfokus pada seremoni, maka tahun ini diarahkan pada program sosial yang memberikan dampak langsung kepada masyarakat.
Sejumlah kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya bedah rumah sebanyak 81 unit rumah tidak layak huni yang hampir seluruhnya telah rampung dikerjakan.
Selain itu, Polda Kaltim juga melaksanakan penanaman 5.000 bibit mangrove bersama pemerintah daerah, TNI, dan relawan sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan.
Program lainnya mencakup bakti kesehatan, bakti religi, pembangunan 47 sumur bor, serta berbagai bantuan sosial untuk panti asuhan, panti jompo, hingga pembangunan infrastruktur kecil di lingkungan masyarakat.
“Ini adalah bentuk komitmen kami untuk memberikan manfaat lebih luas di luar tugas pokok kepolisian,” katanya.
Lebih lanjut, Endar menegaskan bahwa seluruh program sosial tersebut tidak hanya dilakukan dalam rangka peringatan HUT Bhayangkara, tetapi akan terus dilanjutkan secara berkesinambungan.
Ia menyebut telah ada komitmen bersama dengan pemerintah daerah dan unsur TNI untuk memastikan kegiatan sosial tetap berjalan dalam jangka panjang.
“Kegiatan ini tidak berhenti di momen ulang tahun, tetapi akan terus kami lakukan karena masyarakat sangat membutuhkan,” tegasnya.
Menurut Endar, pendekatan HUT Bhayangkara tahun ini menjadi bagian dari transformasi Polri yang ingin lebih humanis, terbuka, dan hadir langsung di tengah masyarakat.
Ia menekankan bahwa slogan “Polisi untuk Masyarakat” tidak hanya menjadi jargon, tetapi diwujudkan melalui berbagai kegiatan nyata yang bisa dirasakan langsung manfaatnya oleh warga.
“Kami ingin menunjukkan bahwa Polri sudah berubah, lebih dekat, dan lebih bermanfaat bagi masyarakat,” ujarnya.
Dalam kesempatan tersebut, Endar juga menyinggung hasil survei Litbang Kompas yang menunjukkan adanya peningkatan kepercayaan publik terhadap Polri.
Menurutnya, capaian tersebut menjadi dorongan sekaligus tantangan untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan dan menjaga konsistensi kinerja institusi kepolisian.
“Alhamdulillah ada peningkatan kepercayaan publik. Ini menjadi tantangan bagi kami untuk mempertahankannya dengan kerja yang lebih maksimal,” ucapnya.
Terakhir, Endar menegaskan bahwa keamanan yang terjaga akan berdampak langsung pada kelancaran pembangunan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
“Mari kita jaga Kalimantan Timur agar tetap aman dan kondusif, sehingga pembangunan bisa berjalan dengan baik dan kesejahteraan masyarakat meningkat,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







