Samarinda, Kaltimetam.id – Banjir yang kembali melanda sejumlah kawasan di Kabupaten Kutai Kartanegara (Kukar) dan Kota Samarinda bukan lagi sekadar fenomena musiman. Bencana ini menjadi alarm keras yang menegaskan kian memburuknya kondisi lingkungan hidup di Kalimantan Timur (Kaltim). Keprihatinan pun datang dari legislatif, salah satunya disuarakan oleh Wakil Ketua Komisi III DPRD Kaltim, Akhmed Reza Fachlevi.
Dalam pernyataannya, Reza menyebut bahwa bencana banjir yang terus berulang harus dilihat secara lebih luas sebagai dampak dari krisis ekologis yang selama ini diabaikan. Ia menegaskan, kerusakan lingkungan yang terjadi selama bertahun-tahun akibat alih fungsi lahan, minimnya ruang terbuka hijau, hingga pembukaan kawasan hutan tanpa kendali, menjadi akar masalah yang belum ditangani secara serius.
“Ini bukan sekadar air tergenang atau saluran mampet. Kita sedang berhadapan dengan krisis lingkungan yang nyata. Banjir ini adalah konsekuensi dari sistem yang tidak ramah alam dan tata kelola ruang yang buruk,” ujar Reza.
Menurut Reza, berbagai kawasan di Kukar dan Samarinda telah kehilangan fungsi resapan airnya. Banyak ruang hijau telah berubah menjadi pemukiman, pertambangan, dan kawasan industri. Ironisnya, pembangunan berlangsung tanpa pertimbangan lingkungan jangka panjang.
Selain itu, kondisi geografis beberapa wilayah di dua daerah ini turut memperparah kerentanan terhadap banjir. Sejumlah titik permukiman kini bahkan berada di bawah permukaan laut. Saat hujan deras turun, air tidak lagi memiliki jalur alami untuk mengalir karena saluran drainase yang sempit, dangkal, dan sering tersumbat.
“Samarinda dan Kukar punya banyak kawasan dataran rendah. Tapi pembangunan kita sering mengabaikan fakta ini. Drainase kita belum optimal, sungai penuh sedimentasi, dan minimnya pengawasan membuat air tergenang lebih lama,” jelasnya.
Reza mendorong agar pemerintah daerah melakukan evaluasi besar-besaran terhadap rencana tata ruang (RTRW) dan sistem drainase perkotaan. Ia menilai, sudah waktunya Kaltim memiliki sistem infrastruktur yang adaptif terhadap perubahan iklim dan kondisi geografisnya sendiri.
Ia mencontohkan bagaimana beberapa kota di dunia yang rawan banjir telah berhasil menekan risiko bencana dengan membangun kanal air besar, membuat bendungan mikro, hingga memperluas kawasan resapan air di tengah kota.
“Jangan kita terus menerus bangun kota tanpa hitung-hitungan terhadap daya dukung lingkungan. Membangun itu perlu visi jangka panjang, bukan hanya mengejar target investasi,” tegas politisi muda dari Partai Gerindra tersebut.
Namun, Reza juga mengingatkan bahwa menyelesaikan persoalan banjir bukan hanya menjadi tugas pemerintah. Ia menilai perlu adanya kolaborasi lintas sektor, termasuk partisipasi aktif masyarakat dan kontribusi nyata dari sektor swasta.
Menurutnya, kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga lingkungan masih sangat minim. Banyak yang masih membuang sampah sembarangan, menutup saluran air dengan bangunan liar, dan enggan terlibat dalam kegiatan pelestarian lingkungan.
“Kita semua punya peran. Masyarakat harus sadar bahwa perilaku sehari-hari punya dampak besar. Jangan buang sampah ke sungai. Jaga kebersihan lingkungan. Dukung program penghijauan. Ini harus dimulai dari bawah,” tuturnya.
Ia pun menekankan bahwa dunia usaha juga wajib terlibat dalam menjaga keseimbangan lingkungan, terutama perusahaan-perusahaan yang beroperasi di sektor tambang dan perkebunan. Menurutnya, korporasi harus lebih bertanggung jawab terhadap dampak lingkungan yang mereka timbulkan.
Menutup pernyataannya, Reza menyampaikan bahwa Komisi III DPRD Kaltim akan terus mendorong adanya peningkatan anggaran untuk program mitigasi bencana dan rehabilitasi lingkungan. Ia juga menyatakan kesiapannya untuk memperjuangkan revisi kebijakan tata ruang yang lebih ekologis, serta penguatan regulasi pengelolaan air dan drainase.
“Komisi III akan memanggil dinas-dinas terkait untuk meminta penjelasan dan mencari solusi. Kami juga akan mendorong lahirnya perda-perda yang berpihak pada penyelamatan lingkungan dan pengendalian banjir,” pungkasnya. (Adv/DPRDKaltim/SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id