Samarinda, Kaltimetam.id – DPRD Kota Samarinda kembali soroti permasalahan kolam bekasl lubang tambang yang kerap kali memakan korban jiwa di Kota Samarinda.
Baru-baru ini terjadi peristiwa tenggelamnya dua orang anak berinisial MR dan RP di eks kolam tambang di Jalan Flamboyan, Kelurahan Loa Buah, Kecamatan Sungai Kunjang, Samarinda pada Minggu (05/05/2024) kemarin.
Diketahui, kolam bekas galian lubang tambang di sana kerap kali dijadikan tempat untuk berenang oleh anak-anak sekitar. Saat tengah asyik berenang, MR dan RP tenggelam di kolam tersebut.
MR ditemukan sekitar pukul 12.30, dan langsung dievakuasi ke Rumah Sakit IA Moeis. Sedangkan, RP berhasil ditemukan pukul 15.19 oleh salah satu penyelam dari Basarnas. Namun nahas, kedua korban tersebut dinyatakan meninggal dunua.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Samarinda, Samri Shaputra memberikan responnya terhadap kasus tersebut. Ia menilai, kejadian tenggelamnya seorang anak di eks kolam tambang, memang kerap kali terjadi.
“Pemerintah ini kurang serius dalam melakukan antisipasi terkait kasus ini. Karena memang sudah sering kita mendengar kasus tenggelamnya anak di kolam bekas galian tambang ini,” ucapnya.
Dalam hal ini, Samri menyebut jika pemilik tambang harus bertanggung jawab atas kejadian itu. Sebab, lubang bekas galian tambang dikawasan itu, telah menimbulkan korban jiwa.
“Atas kejadian itu, pemilik tambang harus bertanggung jawab. Jika itu ilegal, pihak kepolisian harus ikut andil dalam mengusut kasus tenggelamnya kedua anak tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, kasus seperti ini tidak bisa dibiarkan berlarut-larut. Sebab, kalau tidak ada langkah dalam antisipasi serta solusi untuk menanganinya, bakal terulang kembali kasus seperti ini.
“Atas kasus ini, harus ada tim pengawasan dari dinas untuk melihat aktivitas tambang yang membahayakan. Bagi pemilik perusahaan, bagus kalau dicabut izin usahanya agar tidak beroperasi kembali,” ujarnya.
“Kepala daerah mempunyai kewajiban dalam melindungi masyarakatnya, karena posisi mereka terancam,” tambahnya.
Terakhir, Samri menghimbau kepada seluruh orang tua di Kota Samarinda, agar selalu mengawasi aktivitas anak mereka. Jangan sampai atas keteledoran dari orang tua, bisa berdampak terhadap terhadap hilangnya nyawa seseorang.
“Pesan saya terhadap orang tua juga, tidak hanya pemerintah saja yang melakukan pengawasan, tapi orang tua juga memiliki peran penting dalam melakukan pengawasan terhadap anak mereka,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







