Keselamatan Lalu Lintas Disorot, Jalur Lingkar Dinilai Jadi Solusi Tekan Risiko Truk Berat

Ilustrasi Kendaraan Truk Berat. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kekhawatiran terhadap keselamatan pengguna jalan kembali mencuat setelah kecelakaan yang melibatkan kendaraan besar terjadi di Jalan Juanda, Samarinda.

Peristiwa ini memperkuat dorongan agar penataan arus logistik segera dilakukan, terutama melalui pembangunan jalur khusus bagi truk bertonase besar.

Keberadaan kendaraan berat yang masih melintas di jalan dalam kota dinilai meningkatkan potensi kecelakaan, terlebih di ruas yang berdekatan dengan permukiman padat.

Karena itu, rencana pembangunan jalur lingkar kembali menjadi perhatian sebagai solusi jangka panjang untuk memisahkan arus kendaraan logistik dan kendaraan masyarakat.

Anggota Komisi III DPRD Kalimantan Timur, Subandi, menjelaskan bahwa pembahasan terkait jalur alternatif sebenarnya telah berlangsung sejak beberapa tahun terakhir melalui koordinasi dengan pemerintah provinsi dan instansi teknis.

“Persoalan truk bertonase besar yang masuk ke dalam kota ini bukan hal baru, dan kami sudah lama mendorong adanya jalur khusus supaya tidak bercampur dengan lalu lintas warga,” ujarnya, Jum’at (27/2/2026).

Menurutnya, jalur lingkar dirancang menghubungkan sejumlah titik strategis agar distribusi barang tetap berjalan tanpa mengorbankan keselamatan pengguna jalan di pusat kota.

Selain itu, keberadaan jalur tersebut diharapkan mampu mengurangi kepadatan lalu lintas yang selama ini dipicu aktivitas kendaraan logistik.

Ia menegaskan, idealnya kendaraan dengan muatan besar tidak lagi melintasi kawasan padat penduduk.

“Kalau jalur alternatif sudah tersedia sepenuhnya, kendaraan berat seharusnya bisa langsung dialihkan sehingga risiko kecelakaan dapat ditekan,” katanya.

Meski demikian, rencana pembangunan tidak lepas dari tantangan anggaran. Penyesuaian transfer dana dari pemerintah pusat berdampak pada kemampuan fiskal daerah, sehingga pelaksanaan proyek berpotensi mengalami penyesuaian jadwal.

Subandi menyebut kondisi tersebut menjadi perhatian serius karena proyek jalur lingkar memiliki peran penting dalam jangka panjang, bukan hanya untuk kelancaran distribusi logistik tetapi juga perlindungan keselamatan masyarakat.

“Kami tetap mendorong agar pembangunan bisa berjalan bertahap sesuai kemampuan anggaran,” jelasnya.

Selain jalur utama, DPRD juga menilai perlu adanya fasilitas pendukung seperti zona penyangga atau kantong parkir bagi kendaraan besar agar pengaturan operasional lebih tertib sebelum memasuki jalur distribusi.

Ia menambahkan, kawasan permukiman yang selama ini sering dilalui truk berat menjadi prioritas penanganan karena tingkat risikonya lebih tinggi dibanding ruas lain.

Menurutnya, percepatan pembangunan infrastruktur harus selaras dengan upaya menekan angka kecelakaan lalu lintas.

“Pada akhirnya, tujuan utama dari pembangunan jalur lingkar ini adalah melindungi masyarakat sekaligus memastikan aktivitas logistik tetap berjalan aman,” tegasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id