Kapolresta Samarinda Imbau Masyarakat Tukar Uang di Bank Resmi untuk Hindari Risiko Uang Palsu

Ilustrasi jasa penukaran uang tidak resmi. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Maraknya jasa penukaran uang di pinggir jalan mendapat perhatian dari Kapolresta Samarinda, Kombes Pol. Hendri Umar. Ia mengingatkan masyarakat agar lebih berhati-hati saat menukar uang, terutama di tempat yang tidak memiliki jaminan keaslian uang.

Sebab, penukaran uang di lokasi tidak resmi berpotensi menimbulkan kerugian bagi masyarakat karena keaslian uang tidak dapat dipastikan.

Dalam beberapa kasus, uang palsu bisa saja diselipkan di antara uang asli dalam satu bendel.

“Kalau di pinggir jalan kita tidak bisa memastikan secara jelas bahwa uang itu asli atau tidak. Misalnya dalam satu bendel ada yang diselipkan uang palsu, ini tentu bisa merugikan masyarakat yang menukarkan,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Hendri menegaskan pihak kepolisian tidak bermaksud mematikan aktivitas ekonomi masyarakat yang membuka jasa penukaran uang.

Namun ia mengingatkan bahwa risiko tetap ada jika transaksi dilakukan di tempat yang tidak memiliki sistem verifikasi resmi.

“Bukannya kita ingin mematikan ekonomi orang yang berjualan di pinggir jalan, tetapi kita tidak bisa menjamin keaslian uang yang ditukar di sana,” tutur Hendri.

Untuk menghindari hal tersebut, masyarakat disarankan menukarkan uang di lembaga resmi yang memiliki mekanisme pengecekan keaslian uang.

Tempat-tempat tersebut dinilai lebih aman karena berada di bawah pengawasan lembaga keuangan resmi.

Ia menyebut sejumlah lembaga yang dapat menjadi pilihan masyarakat, seperti Bank Indonesia maupun bank-bank pemerintah.

“Kita sarankan masyarakat menukar uang di tempat yang sudah jelas dan resmi, seperti di Bank Indonesia atau bank-bank pemerintah, sehingga bisa dipastikan uang yang diterima itu asli,” jelasnya.

Lebih lanjut, Hendri kembali mengingatkan masyarakat untuk tidak tergiur dengan kemudahan atau lokasi yang lebih dekat jika tidak disertai jaminan keamanan.

Menurutnya, memastikan keaslian uang jauh lebih penting agar masyarakat tidak mengalami kerugian.

“Jadi saran utama kami, kalau menukar uang sebaiknya di bank-bank resmi seperti Bank Indonesia, BRI, Mandiri, atau bank pemerintah lainnya,” tandasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version