Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana malam Ramadan di kawasan Gelora Kadrie Oening Sempaja, Samarinda, tampak berbeda dari biasanya pada Selasa malam (10/3/2026). Ratusan anak muda memadati area parkir kompleks olahraga tersebut untuk mengikuti Ramadan Sprint Race Kapolresta Samarinda Cup 2026 yang digelar mulai pukul 20.30 WITA hingga Rabu dini hari.
Meski sempat diguyur hujan di awal acara, antusiasme peserta dan penonton tetap tinggi. Sorak-sorai penonton terdengar setiap kali para pelari melesat di lintasan yang telah disiapkan panitia. Lampu penerangan di sekitar area perlombaan menjadi saksi semangat para peserta yang berlomba menunjukkan kemampuan terbaik mereka.
Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan kegiatan tersebut merupakan inisiatif Polresta Samarinda yang bekerja sama dengan Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Kota Samarinda serta sejumlah instansi terkait. Ajang tersebut sengaja digelar pada malam hari selama bulan Ramadan untuk menyesuaikan dengan aktivitas masyarakat yang meningkat setelah waktu berbuka.
“Pada malam ini kami melaksanakan Ramadan Sprint Race Kapolresta Samarinda Cup. Kegiatan ini diikuti lebih dari 200 peserta yang berasal dari berbagai kalangan, dengan kategori putra maupun putri,” ujarnya.
Menurut Hendri, lomba lari malam hari sebenarnya sudah menjadi salah satu aktivitas yang cukup populer di kalangan masyarakat Samarinda selama bulan Ramadan. Banyak komunitas maupun kelompok masyarakat yang kerap mengadakan lomba serupa secara mandiri.
Namun kegiatan tersebut sering kali berlangsung tanpa koordinasi resmi dan berpotensi mengganggu ketertiban umum. Oleh karena itu, pihak kepolisian berinisiatif menghadirkan sebuah event resmi agar kegiatan olahraga tersebut dapat berlangsung dengan aman dan tertib.
“Melalui kegiatan ini kami ingin memberikan wadah yang resmi bagi masyarakat yang memiliki hobi berlari. Dengan adanya penyelenggaraan yang terorganisir, kegiatan dapat berlangsung lebih tertib dan aman,” jelasnya.
Selain menjadi ajang olahraga, lomba tersebut juga diharapkan dapat menjadi sarana pencarian bakat bagi generasi muda yang memiliki potensi di bidang atletik. Dalam kegiatan ini, Dispora Samarinda turut melakukan pemantauan terhadap para peserta yang dinilai memiliki kemampuan menonjol.
Hendri berharap kegiatan ini dapat membantu menjaring atlet-atlet muda berbakat yang nantinya dapat dibina untuk mengikuti berbagai kompetisi olahraga di tingkat daerah maupun nasional.
“Kami berharap melalui event ini bisa muncul bibit-bibit atlet muda dari Kota Samarinda yang nantinya dapat berprestasi dan mengharumkan nama daerah,” katanya.
Antusiasme peserta terlihat sejak awal perlombaan dimulai. Meskipun sempat turun hujan, para peserta tetap bertahan dan perlombaan dapat dilanjutkan setelah kondisi cuaca kembali membaik.
“Walaupun sempat diguyur hujan sebentar, peserta tetap semangat mengikuti perlombaan. Penonton juga cukup ramai menyaksikan jalannya lomba,” tutupnya.
Salah satu peserta yang berhasil meraih prestasi dalam lomba tersebut adalah Aisyah Mahya, yang keluar sebagai juara pertama kategori umum putri. Perempuan berusia 22 tahun asal Samarinda tersebut mengaku merasa sangat senang dan bangga atas pencapaian yang diraihnya.
“Senang dan bangga bisa menang di lomba ini,” ujarnya.
Menariknya, Aisyah mengaku tidak melakukan persiapan khusus sebelum mengikuti perlombaan tersebut. Ia hanya mengandalkan kepercayaan diri dan kemampuan yang dimilikinya saat bertanding.
“Sebenarnya tidak ada persiapan khusus. Saya hanya percaya diri saja saat mengikuti lomba,” katanya.
Sementara itu, pada kategori prestasi putra, juara pertama berhasil diraih oleh Roni Kurniawan dengan catatan waktu 11,34 detik, sementara posisi kedua diraih oleh kakaknya dengan waktu 11,76 detik.
Roni mengatakan dirinya mengetahui informasi mengenai perlombaan tersebut dari komunitas atletik yang diikutinya. Ia pun langsung mendaftar ketika pendaftaran dibuka oleh panitia.
“Saya mendapatkan informasi dari komunitas atletik. Begitu pendaftaran dibuka, saya langsung mendaftar,” ujarnya.
Meskipun perlombaan berlangsung di bulan Ramadan, Roni mengaku tetap menjalani latihan untuk menjaga kondisi fisiknya agar tetap prima saat mengikuti lomba.
“Latihan tetap dilakukan, meskipun saat puasa tentu harus menyesuaikan dengan kondisi tubuh,” katanya.
Ia berharap kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan secara rutin karena dapat menjadi wadah bagi para atlet muda untuk mengembangkan kemampuan mereka.
“Semoga event seperti ini bisa terus diadakan setiap tahun agar bisa melahirkan atlet-atlet baru dari Samarinda,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
