Kaltim Dorong TOT Nakes untuk Turunkan Angka Kematian Ibu dan Bayi

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Timur, dr. Jaya Mualimin. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Tantangan besar masih membayangi Kalimantan Timur terkait tingginya angka kematian ibu (AKI) dan bayi (AKB). Sejumlah faktor medis seperti perdarahan pasca persalinan, hipertensi saat kehamilan, sepsis, hingga komplikasi proses melahirkan tercatat sebagai penyebab utama kematian ibu di daerah ini.

Sementara itu, pada kasus bayi baru lahir, masalah asfiksia, kelahiran prematur, dan infeksi neonatal menjadi dominasi. Kondisi tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kesehatan Kaltim, dr. Jaya Muallimin.

“Sedangkan untuk bayi baru lahir, asfiksia, prematuritas, serta infeksi neonatal masih dominan,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).

Untuk mengurangi angka kematian, menurut Jaya, tenaga kesehatan (Nakes) di garda terdepan harus memiliki keterampilan standar dalam menangani kondisi kegawatdaruratan maternal maupun neonatal.

Salah satu langkah yang kini ditempuh pemerintah daerah adalah melaksanakan Training of Trainers (TOT). Program ini tidak hanya memberikan pembekalan, tetapi juga mendorong peserta agar dapat berperan sebagai pelatih bagi tenaga kesehatan lainnya di wilayah masing-masing.

“Kalau kapasitas SDM semakin kuat, penanganan bisa lebih cepat dan angka kematian bisa ditekan,” tegasnya.

Lebih jauh, ia menekankan pentingnya jejaring pelayanan yang terintegrasi dengan baik. Sistem rujukan antara puskesmas dan rumah sakit harus berjalan lancar agar penanganan bisa dilakukan tanpa hambatan.

“Penanganan kegawatdaruratan tidak bisa berdiri sendiri. Harus ada jejaring yang responsif dan berkesinambungan dari puskesmas hingga rumah sakit rujukan,” pungkas Jaya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id