Kajian Rutin Majelis Nurhasanah Hadirkan Bunda Dewi Yull, Angkat Makna Yakin pada Ketetapan Allah

Hj. Bunda Dewi Yull saat memberikan tausiyah pada kajian Minggu pagi (1/2/2026) Majelis Nurhasanah. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)
Hj. Bunda Dewi Yull saat memberikan tausiyah pada kajian Minggu pagi (1/2/2026) Majelis Nurhasanah. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id — Majelis Taklim Nurhasanah bersama Sahabat Dakwah Almahyra menggelar kajian rutin pada Minggu pagi (1/2/2026) di lingkungan Perumahan Bumi Sempaja, Samarinda. Mengangkat tema ‘Yakin Saja dengan Skenario-Nya’, kajian ini menghadirkan Bunda Hj. Dewi Yull sebagai narasumber utama dan diikuti ratusan jamaah muslimah dari berbagai kalangan usia.

Sejak pagi hari, jamaah tampak memadati lokasi kajian. Tidak hanya berasal dari anggota Majelis Taklim Nurhasanah, peserta juga datang dari berbagai majelis taklim lain serta masyarakat umum.

Kehadiran jamaah lintas generasi menunjukkan tingginya antusiasme terhadap kajian yang membahas tentang keikhlasan dan keyakinan dalam menjalani kehidupan.

Dalam tausiyahnya, Bunda Dewi Yull mengajak jamaah untuk memahami bahwa setiap perjalanan hidup manusia telah disusun dalam skenario terbaik oleh Allah, meskipun sering kali terasa berat dan tidak sesuai dengan harapan manusia.

“Allah tidak pernah salah dalam memberi skenario. Justru dari ujian itulah kita diajarkan untuk belajar yakin, sabar, dan ikhlas,” ujar Bunda Dewi Yull.

Ia kemudian membagikan pengalaman hidupnya, mulai dari perjalanan karier hingga amanah membesarkan empat orang anak, dua di antaranya merupakan penyandang tuna rungu.

Ujian tersebut, menurutnya, menjadi titik balik yang mengajarkannya untuk berserah diri sepenuhnya kepada Allah.

Bunda Dewi menekankan bahwa ujian bukanlah bentuk hukuman, melainkan cara Allah mendidik hamba-Nya agar lebih kuat dan matang secara spiritual.

“Kalau kita terlalu fokus pada kesusahan, kita akan lupa bahwa Allah masih memberi begitu banyak nikmat dalam hidup kita,” tuturnya.

Dalam kesempatan itu, ia juga mengingatkan para jamaah agar tidak larut dalam kesedihan dan kekecewaan atas takdir yang dijalani.

Rasa syukur, menurutnya, menjadi kunci agar manusia tetap mampu menjalani hidup dengan lapang dan penuh harapan.

Selain membahas ujian hidup, Bunda Dewi turut menyoroti peran orang tua, khususnya ibu, dalam mendidik anak.

Ia menegaskan bahwa anak adalah titipan Allah yang tidak boleh diperlakukan dengan tuntutan berlebihan.

“Anak itu titipan Allah. Kita tidak punya hak menuntut mereka sesuai keinginan kita, yang ada hanya kewajiban untuk mencintai, mendoakan, dan membimbing,” katanya.

Ia mengaku berusaha mendidik anak-anaknya dengan kasih sayang dan tanpa kekerasan, karena menurutnya cinta tanpa syarat merupakan fondasi utama dalam membentuk karakter anak.

Bunda Dewi juga menyinggung tentang kekuatan doa seorang ibu. Ia meyakini bahwa doa yang dipanjatkan dengan tulus tidak pernah sia-sia, meskipun belum dikabulkan sesuai harapan manusia.

“Kalau doa belum dikabulkan, bisa jadi itu bentuk perlindungan Allah, karena Dia tahu apa yang terbaik untuk kita,” ucapnya.

Menutup tausiyah, Bunda Dewi menegaskan bahwa seluruh ujian hidup yang ia alami, termasuk keterbatasan fisik yang kini dihadapinya, merupakan bagian dari skenario Allah yang penuh kasih sayang.

Usai kajian, Ketua Majelis Taklim Nurhasanah Perumahan Bumi Sempaja, Hj. Debby Vachdiah Nurhasanah, menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan tersebut.

Ia menjelaskan bahwa majelis taklim yang dipimpinnya telah rutin menggelar kajian selama sekitar tiga tahun terakhir.

“Alhamdulillah, majelis taklim ini sudah berjalan kurang lebih tiga tahun dan rutin dilaksanakan satu kali setiap bulan, biasanya di awal bulan,” tutur Hj. Debby.

Ia menyebutkan bahwa kehadiran Bunda Dewi Yull menjadi momen istimewa bagi jamaah, karena materi yang disampaikan sangat dekat dengan realitas kehidupan para ibu dan perempuan muslimah.

Menurutnya, tausiyah yang disampaikan terasa mengena karena berangkat dari pengalaman hidup nyata yang juga banyak dialami para perempuan, sehingga pesan-pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami dan dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari.

“Tausiyah yang disampaikan sangat mengena, karena perjalanan hidup Bunda Dewi juga banyak dialami oleh para bunda di sini,” katanya.

Terkait tema kajian, Hj. Debby menjelaskan bahwa tema ‘Yakin Saja dengan Skenario Allah’ dipilih untuk mengajak jamaah agar lebih lapang dalam menerima setiap ketetapan Allah.

“Harapannya, melalui kajian ini kita bisa lebih melembutkan hati dan menerima setiap takdir Allah dengan penuh keyakinan,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version