Samarinda, Kaltimetam.id – Sebagian kawasan Jembatan Mahkota II kembali gelap setelah kabel instalasi penerangan dipotong dan dicuri. Dinas Perhubungan (Dishub) Samarinda memastikan gangguan ini bukan disebabkan kerusakan teknis, melainkan aksi kriminal yang memanfaatkan posisi kabel di sisi luar jembatan yang mudah dijangkau.
Pelaku diduga menargetkan satu jalur utama kabel yang menghubungkan jaringan penerangan. Begitu jalur itu putus, seluruh titik lampu di sektor tersebut langsung padam.
Plt Kabid Prasarana Dishub Samarinda, Ayatullah, memastikan hasil pengecekan teknis tidak menunjukkan adanya tanda-tanda kerusakan alami atau korsleting.
“Hilang kabelnya. Ini murni pencurian karena dicongkel,” tegasnya, Sabtu (10/1/2026).
Pemutusan satu jalur berimbas pada padamnya 32 lampu sorot 260 watt, 28 lampu sorot 480 watt, dan sekitar 20 titik PJU.
Kondisi gelap ini membuat sebagian area jembatan menjadi rawan, terlebih bagi pengendara yang melintas pada malam hari.
Ayatullah menambahkan bahwa kasus pencurian kabel di Jembatan Mahkota II bukan pertama kali terjadi.
Bahkan sebelumnya sudah ada pelaku yang ditindak secara hukum. Kerugian awal ditaksir mencapai Rp200 juta dan masih akan dihitung lebih detail.
Proses perbaikan juga tidak bisa dilakukan cepat. Letak kabel yang menempel pada badan jembatan membuat petugas harus memakai peralatan khusus dan berkoordinasi dengan Dinas PUPR selaku pemilik struktur.
Menurutnya, laporan resmi kepada pihak kepolisian sedang disiapkan sambil menunggu perhitungan kerusakan dan rencana tindak lanjut.
“Kami koordinasikan dulu dengan PUPR, baru laporkan. Yang jelas ini harus segera ditangani karena menyangkut keamanan pengguna jalan,” demikian Ayatullah. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
