Jelang Lebaran, Pemkot Samarinda Ingatkan Warga Tak Panic Buying BBM

Antrian BBM di salah satu SPBU Samarinda. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, Pemerintah Kota Samarinda mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan pembelian bahan bakar minyak (BBM) secara berlebihan.

Imbauan ini disampaikan setelah sempat muncul kepanikan di tengah masyarakat terkait ketersediaan BBM dalam beberapa waktu terakhir.

Wali Kota Samarinda, Andi Harun, menegaskan bahwa kondisi pasokan BBM di Kota Samarinda hingga saat ini masih dalam keadaan aman.

Kepastian tersebut diperoleh berdasarkan laporan dari PT Pertamina Patra Niaga yang disampaikan dalam rapat koordinasi lintas sektoral bersama sejumlah instansi terkait.

Menurutnya, kepanikan masyarakat justru berpotensi memicu gangguan distribusi apabila terjadi pembelian dalam jumlah besar secara bersamaan.

“Memang kemarin sempat ada kepanikan. Tapi dari laporan Pertamina, setidaknya sampai Lebaran Idulfitri 2026 stok BBM kita aman,” ujarnya, Rabu (11/3/2026).

Andi Harun menjelaskan, kekhawatiran masyarakat tidak lepas dari dinamika global yang saat ini turut memengaruhi sektor energi.

Konflik geopolitik di kawasan Timur Tengah, yang melibatkan sejumlah negara seperti Iran, Israel, dan Amerika Serikat, menjadi salah satu faktor yang memicu kekhawatiran terhadap stabilitas harga minyak dunia.

Selain itu, kawasan Selat Hormuz yang merupakan jalur penting distribusi minyak global juga kerap menjadi sorotan dalam situasi konflik tersebut.

Jika jalur ini terganggu, maka distribusi energi dunia berpotensi ikut terdampak.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa Indonesia tidak sepenuhnya bergantung pada pasokan minyak dari kawasan tersebut.

Pemerintah masih memiliki berbagai alternatif sumber impor minyak dari negara lain sehingga risiko gangguan pasokan dapat diminimalisir.

“Memang ada pengaruh situasi perang di Timur Tengah terhadap harga minyak dunia. Tetapi sumber minyak kita tidak hanya dari kawasan itu, masih ada negara lain,” jelasnya.

Di sisi lain, ia juga menyinggung tekanan terhadap kondisi fiskal nasional yang turut dipengaruhi dinamika global.

Berdasarkan informasi yang disampaikan pemerintah pusat, defisit anggaran negara saat ini tercatat cukup besar sehingga memerlukan berbagai langkah mitigasi.

Jika situasi global terus berlanjut, sejumlah kebijakan penyesuaian seperti efisiensi anggaran atau kebijakan energi bisa saja ditempuh oleh pemerintah.

Namun menurutnya, kebijakan tersebut tentu perlu dipertimbangkan secara matang karena berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Kalau defisit terus meningkat tentu pemerintah harus melakukan mitigasi. Misalnya efisiensi anggaran atau penyesuaian harga energi, tapi itu semua tentu memiliki konsekuensi terhadap masyarakat,” katanya.

Karena itu, Andi Harun berharap konflik yang terjadi di Timur Tengah dapat segera mereda agar tidak memicu tekanan lebih besar terhadap ekonomi global maupun nasional.

Lebih jauh, ia menegaskan bahwa situasi di Samarinda sejauh ini masih terkendali. Oleh karena itu masyarakat diminta tetap tenang dan tidak melakukan pembelian berlebihan yang justru dapat memicu kelangkaan di lapangan.

“Situasi kita sebenarnya terkendali. Kita tidak boleh panik. Kepanikan justru bisa memicu masalah lain, seperti penimbunan BBM atau bahan pokok,” tegasnya.

Sementara itu, Kapolresta Samarinda, Hendri Umar, memastikan distribusi BBM ke wilayah Samarinda berjalan normal.

Ia menyebut pasokan bahan bakar terus masuk secara berkala dari sejumlah daerah penyuplai seperti Balikpapan dan Kotabaru.

Menurutnya, suplai BBM diperkirakan datang hampir setiap dua hari sekali sehingga kebutuhan masyarakat di Kota Samarinda dapat tetap terpenuhi hingga mendekati Hari Raya Idulfitri.

“Insya Allah paling tidak sampai Hari Raya Idulfitri stok BBM kita cukup, baik Pertalite, Solar maupun jenis BBM lainnya,” ujarnya.

Selain memastikan kelancaran distribusi, pihak kepolisian juga akan meningkatkan pengawasan untuk mengantisipasi kemungkinan penimbunan maupun penyalahgunaan distribusi BBM.

“Dari laporan yang kami terima, hampir setiap dua hari ada BBM yang masuk. Jadi insya Allah stok tidak akan menurun,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version