Samarinda, Kaltimetam.id – Aktivitas di Pelabuhan Samarinda mendadak berubah mencekam, Sabtu (1/8/2026) siang. Kepulan asap hitam membumbung tinggi dari sebuah kapal penumpang KM Prince Soya yang sedang bersandar di dermaga Jalan Yos Sudarso, Kecamatan Samarinda Kota. Kobaran api yang muncul dari bagian kanan kapal sontak mengundang perhatian warga, pekerja pelabuhan, hingga pengguna jalan di sekitar lokasi.
Insiden yang terjadi sekitar pukul 11.02 Wita itu sempat memunculkan kekhawatiran karena kapal dijadwalkan melayani pelayaran pada keesokan harinya. Beruntung, saat kebakaran terjadi kapal masih dalam kondisi kosong dan belum menerima penumpang sehingga tidak ada korban jiwa maupun korban luka.
Api pertama kali terlihat membakar bagian dek sisi kanan kapal. Dalam waktu singkat, kobaran membesar dan melahap sejumlah perlengkapan serta sebagian konstruksi kapal. Asap pekat yang mengepul dari atas kapal terlihat dari berbagai sudut kawasan pelabuhan.
Petugas Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda bergerak cepat setelah menerima laporan dari masyarakat. Tim pemadam langsung menuju lokasi dan bergabung dengan personel Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP), Pelindo, serta sejumlah relawan untuk melakukan upaya pemadaman.
Proses pemadaman berlangsung sekitar 40 menit. Petugas berupaya mencegah api menjalar ke bagian kapal lainnya maupun ke fasilitas pelabuhan yang berada di sekitar lokasi sandar.
Kepala Seksi Pemadaman dan Investigasi Disdamkarmat Kota Samarinda, H Wisnu, mengatakan kondisi api sudah cukup besar ketika tim tiba di lokasi sehingga penanganan harus dilakukan secara cepat dan terkoordinasi.
“Laporan pertama kami terima dari masyarakat. Saat petugas tiba, api sudah dalam kondisi membesar sehingga kami langsung melakukan pemadaman bersama KSOP, Pelindo, dan relawan,” ujarnya.
Berdasarkan pemeriksaan awal di lokasi, titik api diduga berasal dari area tangki bahan bakar. Namun, Wisnu menegaskan bahwa yang terbakar bukan tangki bahan bakarnya secara langsung, melainkan uap bahan bakar yang berada di sekitarnya.
“Api berasal dari bagian tangki BBM. Yang terbakar bukan tangkinya, tetapi uap BBM yang kemudian memicu kobaran api,” jelasnya.
Meski demikian, penyebab pasti munculnya api masih belum dapat dipastikan. Tim investigasi masih melakukan pendalaman untuk mengetahui sumber pemicu kebakaran serta memastikan apakah terdapat faktor teknis maupun kelalaian manusia yang berkontribusi terhadap insiden tersebut.
Sementara itu, Kepala Seksi Keselamatan Berlayar KSOP Samarinda, Yuliansyah, mengatakan pihaknya menerima informasi kebakaran tepat pukul 11.02 Wita dari perwira jaga yang bertugas di pelabuhan. Begitu laporan diterima, KSOP langsung mengaktifkan prosedur tanggap darurat dengan berkoordinasi bersama Pelindo dan mengerahkan mobil pemadam kebakaran milik KSOP untuk membantu proses pemadaman.
“Begitu mendapat laporan, perwira jaga langsung melapor kepada pimpinan. Kami segera berkoordinasi dengan Pelindo dan mengerahkan armada pemadam untuk mempercepat penanganan,” katanya.
Menurut Yuliansyah, hingga kini penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Salah satu indikasi awal mengarah pada area yang berkaitan dengan tangki berisi oli, namun pihaknya belum dapat memastikan penyebab tersebut sebelum seluruh proses investigasi selesai.
“Investigasi masih berjalan. Ada indikasi awal yang berkaitan dengan tangki berisi oli, tetapi itu masih harus dipastikan melalui penyelidikan lebih lanjut,” ujarnya.
KSOP juga belum dapat memastikan apakah sebelum kebakaran terjadi terdapat aktivitas perawatan seperti pengelasan atau pekerjaan teknis lainnya di atas kapal.
“Kami belum bisa menyimpulkan apakah ada aktivitas pengelasan atau faktor lain. Semua masih dalam proses penyelidikan dan menunggu hasil pemeriksaan,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







