Jaga Aksi Aliansi Mahakam, Puluhan Ambulans dan Relawan Medis Siaga di Samarinda

Apel rekan-rekan relawan ambulance di Halaman PUPR Kaltim Samarinda. (Foto: Istimewa)

Samarinda, Kaltimetam.id – Ribuan massa dari Aliansi Mahakam yang berunjuk rasa di depan Gedung DPRD Kalimantan Timur, Senin (1/9), mendapat perhatian serius tidak hanya dari aparat keamanan, tetapi juga dari tim medis. Sejak siang hari, deretan ambulans berjaga di sejumlah titik strategis, lengkap dengan relawan kesehatan yang bersiap memberikan pertolongan cepat bila situasi darurat terjadi.

Sebanyak 23 unit ambulans dengan dukungan 92 tenaga medis relawan ditempatkan di tiga titik utama, yakni halaman Kantor Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim, depan Gedung Deconsep, serta area dalam Gedung DPRD Kaltim.

Penempatan lokasi ini dipilih untuk memastikan akses cepat ke area kerumunan massa sekaligus memudahkan evakuasi bila ada korban yang harus segera dibawa ke rumah sakit.

“Setiap aksi besar selalu punya risiko. Kami hadir memastikan siapa pun yang butuh pertolongan bisa segera ditangani. Kami netral, baik peserta aksi maupun petugas keamanan, semua berhak mendapat layanan darurat,” ujar Ketua Info Taruna Samarinda (ITS), Joko Iswanto, yang memimpin koordinasi relawan medis.

Tidak hanya dari ITS, dukungan medis juga datang dari Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Samarinda, RSUD AW Sjahranie, RS Mata, RS Atma Husada Mahakam, RS Hermina, RS Dirgahayu, hingga Dinas Kesehatan Kota dan Provinsi. Kehadiran berbagai lembaga ini menunjukkan kolaborasi yang kuat dalam mengantisipasi potensi insiden kesehatan di tengah aksi massa.

Sebagai rumah sakit rujukan terbesar di Kalimantan Timur, RSUD AW Sjahranie telah menyiapkan ruang gawat darurat, tenaga dokter spesialis, hingga ruang perawatan intensif untuk menerima pasien rujukan. Sejumlah rumah sakit swasta pun ikut dilibatkan, memperluas jaringan penanganan medis.

Armada ambulans yang disiagakan dilengkapi dengan fasilitas modern, seperti tabung oksigen, defibrillator, perangkat trauma, hingga perlengkapan resusitasi. Dengan kesiapan ini, setiap kasus medis, baik ringan maupun serius, dapat segera ditangani di lokasi sebelum dirujuk ke rumah sakit.

“Kami siap melayani siapa saja. Masyarakat bisa langsung hubungi tim di lapangan jika butuh bantuan. Kami hadir untuk kemanusiaan, bukan untuk kelompok tertentu,” kata Ratna, Kepala Ruangan Ambulans Gawat Darurat RSUD AW Sjahranie.

Menurut Joko Iswanto, kesiapan kali ini merupakan hasil evaluasi dari pengalaman aksi-aksi sebelumnya, di mana ada korban yang terlambat mendapatkan penanganan karena keterbatasan fasilitas medis di lapangan.

“Kami belajar, jangan sampai ada korban yang tak tertangani dengan cepat. Dengan dukungan relawan, PMI, dan rumah sakit, kami ingin memastikan semua berjalan aman dan terkendali,” tegas Joko.

Selain personel medis, sejumlah posko kecil juga didirikan di sekitar lokasi unjuk rasa untuk memudahkan peserta aksi yang mengalami kelelahan, dehidrasi, atau luka ringan. Relawan medis berbaur dengan massa, sembari tetap menjalin koordinasi intens dengan aparat kepolisian dan TNI yang bertugas mengamankan jalannya aksi.

Keberadaan tim medis di tengah situasi politik yang panas ini juga membawa pesan netralitas. Para relawan menegaskan bahwa mereka hadir semata-mata demi kemanusiaan, bukan untuk mendukung salah satu pihak.

“Bagi kami, keselamatan manusia adalah prioritas utama. Siapa pun bisa sakit atau terluka dalam situasi seperti ini, dan sudah menjadi tugas kami untuk memberikan pertolongan terbaik,” tuturnya.

Dengan dukungan penuh dari berbagai pihak, kehadiran puluhan ambulans dan relawan medis diharapkan mampu memberikan rasa aman, menurunkan ketegangan, sekaligus memastikan jalannya aksi besar di Samarinda berlangsung tanpa menimbulkan korban jiwa. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version