Samarinda, Kaltimetam.id – Penanganan dugaan maladministrasi dalam penataan pedagang di Pasar Pagi Samarinda mulai bergerak ke tahap lebih serius.
Inspektorat Daerah Kota Samarinda kini fokus menelusuri peran internal, termasuk memeriksa sejumlah pegawai Dinas Perdagangan (Disdag) yang diduga terkait langsung dalam persoalan tersebut.
Plt Inspektur Daerah Kota Samarinda, Firdaus Akbar, menegaskan proses pemeriksaan saat ini masih berada pada tahap pendalaman data dan fakta. Ia memastikan, setiap langkah yang diambil tidak lepas dari prinsip kehati-hatian.
“Tim masih mengumpulkan data dan fakta di lapangan. Semua proses ini berbasis bukti, bukan asumsi,” ujarnya, Jum’at (17/4/2026).
Pemeriksaan ini merupakan tindak lanjut atas laporan para pedagang pemilik Surat Keterangan Tempat Usaha Berjualan (SKTUB) yang mempersoalkan penempatan lapak di Pasar Pagi. Isu ini sebelumnya memicu polemik karena dinilai tidak sesuai prosedur.
Sejauh ini, Inspektorat telah memanggil sejumlah pegawai yang bertugas di lingkup Pasar Pagi, khususnya yang berkaitan langsung dengan proses penataan dan pengelolaan pedagang.
“Sudah ada sekitar lima sampai enam orang yang kami mintai keterangan. Mereka yang memiliki keterkaitan langsung dengan laporan yang masuk,” jelas Firdaus.
Ia menambahkan, pemeriksaan tidak hanya melihat aspek administratif, tetapi juga menelusuri kemungkinan adanya pelanggaran disiplin dalam proses tersebut.
Namun, pihaknya belum ingin berspekulasi lebih jauh sebelum seluruh data terkumpul.
“Kami tidak akan menyimpulkan sebelum semua dasar regulasi dan bukti lengkap. Kalau memang ada pelanggaran, tentu akan kami sampaikan secara objektif,” tegasnya.
Firdaus juga menekankan bahwa proses ini merupakan bagian dari instruksi langsung Wali Kota Samarinda untuk memastikan tata kelola pasar berjalan sesuai aturan dan tidak merugikan pedagang.
Ke depan, hasil pemeriksaan akan dirumuskan dalam bentuk kesimpulan dan rekomendasi resmi yang akan menjadi dasar tindak lanjut pemerintah.
“Nanti seluruh data kami kompilasi, baru disusun simpulan dan rekomendasi. Kemungkinan minggu depan sudah ada perkembangan yang bisa disampaikan,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







