HIMPSI Gelar Telekonseling Gratis, Bantu Masyarakat Pulihkan Dampak Psikologis dari Gelombang Demonstrasi

Ketua Ikatan Psikologi Klinis HIMPSI Kaltim, Ayunda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Gelombang demonstrasi yang terjadi di berbagai daerah dalam beberapa pekan terakhir mendapat perhatian khusus dari kalangan psikolog.

Himpunan Psikologi Indonesia (HIMPSI) resmi membuka layanan telekonseling gratis bagi masyarakat yang terdampak langsung maupun tidak langsung dari situasi sosial tersebut.

Program ini digelar secara nasional dan dapat diakses masyarakat dari seluruh daerah, termasuk Kalimantan Timur (Kaltim). Telekonseling dilakukan secara daring melalui aplikasi Zoom dan Google Meet, sehingga dapat menjangkau lebih luas tanpa batasan wilayah.

Ketua Ikatan Psikologi Klinis HIMPSI Kaltim, Ayunda, menegaskan bahwa layanan ini merupakan arahan langsung dari pengurus pusat HIMPSI, sebagai bentuk kepedulian psikolog terhadap kesehatan mental masyarakat.

“Menyikapi situasi saat ini, sebenarnya layanan ini merupakan bentuk kontribusi dari para psikolog, khususnya di bidang klinis,” ujarnya.

Menurut Ayunda, demonstrasi yang semakin sering terjadi di sejumlah daerah memicu kekhawatiran atas dampak psikologis yang ditimbulkan. Bukan hanya bagi peserta aksi yang berhadapan langsung dengan aparat atau mengalami tekanan massa, tetapi juga masyarakat yang terdampak secara tidak langsung.

“Bukan hanya mereka yang terlibat langsung dalam aksi, tetapi juga masyarakat yang terdampak secara tidak langsung, termasuk mereka yang hanya menyaksikan lewat media sosial,” terangnya.

Ia menilai, tayangan kericuhan maupun kabar viral terkait aksi unjuk rasa dapat menimbulkan kecemasan, stres, hingga trauma bagi sebagian orang. Situasi ini, bila tidak ditangani, berpotensi menurunkan kualitas hidup masyarakat dalam jangka panjang.

Untuk tahap awal, HIMPSI telah menyebarkan flyer dan tautan formulir pendaftaran di berbagai wilayah. Dalam formulir tersebut, calon peserta diminta mengisi sejumlah pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi psikologis, mulai dari keluhan kecemasan, kesulitan tidur, rasa takut, hingga masalah konsentrasi.

Di Kaltim sendiri, hingga Kamis (4/9), tercatat sudah ada empat orang yang mendaftar untuk mengikuti telekonseling gratis.

“Telekonseling ini masih proses pendaftaran ya, jadi kita kumpulkan dulu data masyarakatnya. Periode pendaftaran dibuka mulai tanggal 2–7 September 2025,” jelas Ayunda.

Masyarakat yang berminat dapat langsung mengisi formulir melalui tautan forms.gle/dp5FCRiBvwvowtkX8. Setelah itu, sesi konseling akan dibuka mulai 8 hingga 13 September 2025. Setiap sesi berlangsung selama 60 menit dengan didampingi oleh psikolog klinis yang telah terverifikasi oleh HIMPSI.

“Silakan manfaatkan layanan ini, karena tidak dipungut biaya sama sekali,” tegasnya.

HIMPSI menegaskan bahwa layanan telekonseling ini bukan hanya respon sementara, tetapi juga bagian dari tanggung jawab sosial profesi psikologi terhadap kondisi bangsa. Ayunda menambahkan, di tengah situasi sosial yang dinamis, kesehatan mental sering kali terabaikan, padahal memiliki dampak signifikan bagi kehidupan sehari-hari.

“Dengan adanya telekonseling ini, kami berharap masyarakat dapat memiliki ruang aman untuk bercerita, berbagi keluhan, sekaligus mendapatkan saran penanganan awal dari tenaga profesional,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version