Harga Ikan Layang Stabil di Pasar Segiri, Pedagang Soroti Beban Plastik yang Kian Mahal

Rosdiana, salah satu pedagang ikan di Pasar Segiri Samarinda. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Aktivitas jual beli di Pasar Segiri Samarinda masih berjalan seperti biasa dalam sepekan terakhir. Di tengah dinamika harga kebutuhan pokok, komoditas ikan laut, khususnya ikan layang, terpantau berada dalam kondisi relatif stabil.

Namun di balik kestabilan tersebut, para pedagang justru menghadapi tekanan lain dari sisi biaya operasional yang terus meningkat.

Salah satu pedagang ikan, Rosdiana, menyebut harga ikan layang saat ini berada di kisaran Rp35.000 per kilogram. Angka tersebut dinilai sebagai harga normal setelah sebelumnya sempat mengalami lonjakan pada momen tertentu.

“Iya, sekarang harga ikan layang Rp35.000 per kilo,” ujar Rosdiana saat ditemui di lapaknya di Pasar Segiri, Jum’at (22/5/2026).

Ia mengungkapkan, ikan layang menjadi salah satu komoditas acuan yang turut memengaruhi harga ikan jenis lainnya di pasar. Ketika harga ikan layang naik, biasanya diikuti oleh kenaikan harga pada jenis ikan lain, begitu pula sebaliknya.

Kondisi saat ini, lanjut Rosdiana, sudah jauh lebih stabil dibandingkan periode awal tahun. Ia mengingat, pada momen pergantian tahun lalu harga ikan layang sempat melonjak hingga Rp40.000 sampai Rp45.000 per kilogram, bahkan dijual kembali ke konsumen dengan harga lebih tinggi.

“Waktu itu sempat mahal, kita jual sampai Rp50.000. Tapi ini sudah sekitar satu minggu terakhir harganya turun lagi,” jelasnya.

Meski harga ikan terbilang normal, tantangan justru datang dari meningkatnya biaya kebutuhan penunjang, terutama plastik kemasan. Kenaikan harga plastik dinilai cukup membebani pedagang karena digunakan setiap hari dalam jumlah besar.

Rosdiana mengungkapkan, harga plastik mengalami kenaikan signifikan dibandingkan sebelumnya.

Untuk satu jenis plastik, kini harganya berkisar antara Rp20.000 hingga Rp23.000, dari yang sebelumnya hanya sekitar Rp10.000 hingga Rp15.000.

Bahkan untuk kantong plastik ukuran tertentu, harga naik dari Rp17.000 menjadi Rp28.000 per ikat.

Dalam operasional harian, kebutuhan plastik yang cukup tinggi membuat pengeluaran pedagang ikut meningkat drastis.

Jika sebelumnya biaya plastik hanya berkisar Rp50.000 hingga Rp60.000 per hari, kini bisa mencapai lebih dari Rp100.000.

Kondisi tersebut secara tidak langsung berdampak pada margin keuntungan pedagang yang semakin menipis, meskipun harga jual ikan tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Tipis sekarang untungnya, karena harga plastik naik,” tuturnya.

Menjelang Iduladha, Rosdiana menyebut belum ada lonjakan harga ikan yang berarti. Namun berdasarkan pengalaman tahun-tahun sebelumnya, harga ikan layang biasanya akan kembali naik mendekati hari besar keagamaan maupun akhir tahun.

“Biasanya kalau mau lebaran naik sampai Rp45.000 per kilo,” imbuh Rosdiana.

Ia juga memastikan bahwa dengan harga saat ini, pedagang masih bisa memperoleh keuntungan, meskipun tidak sebesar sebelumnya.

Untuk pasokan sendiri, ikan yang dijual di Pasar Segiri berasal dari pelelangan ikan di kawasan pelabuhan, yang menjadi sumber utama distribusi bagi pedagang lokal.

“Dapat untung, tapi tidak besar,” tukasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id