Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang Hari Raya Idulfitri 2026, tren belanja masyarakat di Samarinda menunjukkan pergeseran ke arah yang lebih praktis.
Banyak warga kini memilih membeli camilan siap saji dibandingkan membuat sendiri di rumah, sehingga mendorong lonjakan permintaan di sejumlah toko kue dan camilan.
Salah satu yang merasakan dampaknya adalah Toko Camilan Duo Jago yang berlokasi di Jalan Arjuna. Dalam beberapa hari terakhir, aktivitas pembelian di toko tersebut meningkat signifikan, bahkan sejak jauh hari sebelum puncak Lebaran.
Pegawai toko, Haris, mengungkapkan lonjakan penjualan sudah terasa sejak H-5 Idulfitri. Ia menyebut peningkatan omzet yang terjadi cukup tinggi dibandingkan hari biasa, seiring meningkatnya kebutuhan masyarakat untuk menyiapkan hidangan Lebaran.
“Kalau dari hari biasa jauh sih, bisa 2 sampai 3 kali lipat,” ujarnya, Selasa (17/3/2026).
Menurutnya, peningkatan permintaan tahun ini terjadi lebih cepat dibandingkan tahun sebelumnya.
Jika biasanya stok camilan baru mulai menipis mendekati H-2 Lebaran, kini beberapa jenis produk justru sudah mulai habis sejak sepekan sebelumnya.
“Kalau tahun lalu mungkin mulai habis itu H-2. Ini masih semingguan sudah banyak yang habis,” jelasnya.
Kondisi ini menunjukkan tingginya minat masyarakat untuk mempersiapkan kebutuhan Lebaran lebih awal, sekaligus menghindari kehabisan stok menjelang hari raya.
Selain itu, kemudahan mendapatkan camilan dalam jumlah besar juga menjadi pertimbangan utama pembeli.
Haris menambahkan, kue kering masih menjadi primadona setiap tahun, dengan nastar sebagai produk yang paling banyak dicari.
Di sisi lain, camilan gurih seperti kacang koro dan stik balado juga turut diminati sebagai pelengkap suguhan bagi tamu saat Lebaran.
“Paling banyak tetap kue kering, terutama nastar. Tapi camilan gurih juga banyak yang cari,” katanya.
Sebagian besar produk yang dijual di toko tersebut didatangkan dari luar daerah, khususnya dari Pulau Jawa, untuk memenuhi permintaan pasar yang terus meningkat menjelang Idulfitri.
Di sisi konsumen, alasan kepraktisan menjadi faktor utama. Salah satu pembeli, Karimah (34), mengaku memilih membeli camilan Lebaran karena tidak ingin repot membuat sendiri di rumah.
“Kalau saya malas ribet buat kue, jadi lebih baik beli saja. Di sini bisa beli kiloan, lebih praktis dan harganya juga lumayan terjangkau,” tuturnya.
Ia juga mengaku sudah menjadi pelanggan tetap dan hampir setiap tahun membeli camilan di tempat yang sama untuk kebutuhan Lebaran bersama keluarga.
Dengan tren ini, pelaku usaha camilan di Samarinda diperkirakan masih akan mengalami peningkatan penjualan hingga mendekati hari raya, seiring terus meningkatnya kebutuhan masyarakat dalam menyambut Idulfitri. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







