Samarinda, Kaltimetam.id – Pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat melalui Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 menjadi tantangan serius bagi daerah, termasuk Kalimantan Timur. Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Pemerintah Provinsi Kaltim memastikan program unggulan Gratispol tetap berjalan tanpa hambatan.
Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setdaprov Kaltim, Dasmiah, menegaskan bahwa program pendidikan gratis yang menjadi bagian dari Gratispol tetap berada di jalur prioritas.
Ia menekankan komitmen tersebut saat ditemui usai rapat bersama sejumlah perguruan tinggi swasta.
“Tetap program prioritas saya sudah saya sampaikan di rapat yang dengan perguruan tinggi swasta kan karena ini program prioritas,” ucap Dasmiah, Jum’at (5/9/2025).
Instruksi efisiensi anggaran dari pusat telah memangkas Transfer Keuangan Daerah (TKD) Kaltim hingga 50 persen. Kondisi ini memaksa pemerintah daerah untuk mengatur strategi, termasuk mencari sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) tambahan agar kegiatan operasional tetap berjalan.
Kendati demikian, Dasmiah memastikan bahwa alokasi untuk Gratispol sejauh ini tidak tersentuh. Ia menilai hal itu sebagai bukti keseriusan gubernur dalam menjadikan pendidikan dan kesehatan sebagai fondasi pembangunan daerah.
“Insyaallah anggarannya tidak terganggu, masih belum terganggu mudah-mudahan lah karena kita kan tergantung dari pusat tapi dalam hal ini Pak Gubernur tetap itu menjadi prioritas utama,” ungkapnya.
Program Gratispol sendiri memberikan jaminan pendidikan gratis mulai dari jenjang SMA/SMK hingga perguruan tinggi, termasuk S3.
Dengan cakupan yang luas, program ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas sumber daya manusia di Kalimantan Timur.
“Ya sampai saat ini masih prioritas utama ya. Artinya apa? Berarti gubernur kita sangat peduli dengan pendidikan dan kesehatan. Semoga berjalan lancar dan saat ini kan sudah berjalan semua,” jelas Dasmiah.
Hingga kini, implementasi Gratispol sudah merata di perguruan tinggi negeri (PTN). Pemerintah daerah pun mulai memperluasnya ke perguruan tinggi swasta agar manfaat program benar-benar dirasakan secara menyeluruh.
“PTN sudah selesai, sekarang pindah ke PTS dan Alhamdulillah semua sudah tercover dengan baik,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
