Samarinda, Kaltimetam.id – Kecelakaan lalu lintas melibatkan kendaraan berat kembali terjadi di Kota Samarinda, Kalimantan Timur. Sebuah dump truk menabrak truk fuso yang sedang terparkir di pinggir Jalan Stadion Utama, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Selasa (10/02/2026). Insiden tersebut mengakibatkan satu orang meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka-luka, serta memerlukan proses evakuasi khusus oleh tim penyelamat.
Peristiwa kecelakaan terjadi sekitar pukul 13.10 Wita. Dump truk bernomor polisi KT 8751 DF melaju dari arah Palaran dan menghantam bagian belakang truk fuso KT 8114 RO yang tengah berhenti di bahu jalan. Benturan keras menyebabkan bagian depan dump truk ringsek parah, sementara truk fuso terdorong beberapa meter dari posisi semula.
Akibat benturan tersebut, dua orang yang berada di dalam dump truk menjadi korban. Sopir dump truk mengalami luka-luka dan langsung dievakuasi ke RSUD I.A. Moeis Samarinda untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, penumpang dump truk yang diduga sebagai kernet dinyatakan meninggal dunia di lokasi kejadian.
Korban meninggal dunia diketahui bernama Andrianto (29). Jenazah korban kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie Samarinda untuk penanganan lebih lanjut.
Insiden ini sempat menarik perhatian warga sekitar dan pengguna jalan, mengingat lokasi kejadian berada di jalur utama yang cukup padat dilalui kendaraan. Arus lalu lintas di sekitar lokasi sempat mengalami perlambatan selama proses penanganan kecelakaan berlangsung.
Tim Rescue Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkar) Kota Samarinda dikerahkan untuk menangani evakuasi korban yang terjepit di dalam kendaraan. Proses evakuasi berlangsung cukup sulit karena posisi kendaraan yang saling menghimpit akibat benturan keras.
Anggota Tim Rescue Disdamkar Samarinda, Ichwan Wahyudi, mengatakan pihaknya menerima laporan kecelakaan sekitar pukul 13.10 Wita dan langsung bergerak menuju tempat kejadian perkara.
“Kami menerima informasi adanya kecelakaan lalu lintas di kawasan Stadion Palaran sekitar pukul 13.10 Wita. Begitu tiba di lokasi, kami langsung melakukan evakuasi terhadap korban yang terjepit di dalam dump truk,” ujarnya.
Menurutnya, proses evakuasi tidak dapat dilakukan secara cepat karena kondisi kendaraan yang mengalami kerusakan berat. Tim rescue terpaksa menggunakan peralatan khusus untuk menciptakan ruang agar korban dapat dikeluarkan dengan aman.
“Kami menggunakan peralatan rescue, seperti dongkrak hidrolik dan alat pemotong hidrolik. Truk yang berada di depan kami dongkrak, kemudian kendaraan di belakang kami tarik untuk membuka ruang evakuasi,” jelasnya.
Proses evakuasi tersebut memakan waktu sekitar satu jam. Meski demikian, Ichwan memastikan bahwa secara umum proses penyelamatan berjalan lancar meski terdapat sejumlah hambatan di lapangan.
“Kendala utama hanya aktivitas lalu lintas di sekitar lokasi karena berada di pinggir jalan raya. Namun secara keseluruhan proses evakuasi dapat kami selesaikan dengan baik,” pungkasnya.
Selama proses evakuasi berlangsung, aparat kepolisian melakukan pengamanan dan pengaturan lalu lintas guna memastikan keselamatan petugas serta pengguna jalan lainnya. Setelah korban berhasil dievakuasi, kedua kendaraan yang terlibat kecelakaan diamankan untuk keperluan penyelidikan lebih lanjut.
Pihak kepolisian juga melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mengetahui penyebab pasti kecelakaan. Penyelidikan masih berlangsung dengan memeriksa kondisi kendaraan, posisi kendaraan saat kejadian, serta keterangan dari saksi di lokasi. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
