Samarinda, Kaltimetam.id – Sekretaris Komisi IV DPRD Kalimantan Timur (Kaltim), Darlis Pattalongi, mendesak pemerintah provinsi untuk memperkuat dukungan terhadap tenaga pendidik dalam menghadapi dinamika pendidikan modern. Ia menilai bahwa kompetensi dan kesejahteraan guru harus menjadi prioritas pembangunan daerah, terutama dengan berkembangnya teknologi dan perubahan model pembelajaran.
Menurutnya, kualitas pendidikan tidak dapat dibangun hanya melalui pembangunan fisik sekolah atau pengadaan kurikulum baru. Faktor utama penentu keberhasilan pendidikan tetap berada pada kapasitas guru sebagai pelaksana langsung proses belajar mengajar.
“Jika kita ingin guru hebat, negara atau pemerintah harus memulai prosesnya. Bukan hanya memberi slogan, tetapi menciptakan program berkelanjutan untuk pengembangan kompetensi,” tegasnya.
Darlis menilai masih terdapat kesenjangan kompetensi antara guru yang bertugas di perkotaan dan yang berada di daerah terpencil di Kaltim. Perbedaan akses terhadap pelatihan, perangkat digital, hingga jaringan internet menyebabkan mutu pendidikan berjalan tidak merata.
Ia menekankan pentingnya pelatihan berbasis teknologi untuk memastikan guru mampu mengikuti perkembangan metode pembelajaran global. Menurutnya, pengetahuan yang diperoleh belasan tahun lalu tidak lagi memadai untuk menghadapi tantangan masa depan.
Selain kompetensi, ia menyoroti masalah kesejahteraan tenaga pendidikan, terutama guru non-ASN yang bertahun-tahun belum mendapatkan status dan kepastian kerja. Ia menilai kondisi tersebut tidak sejalan dengan tanggung jawab besar yang mereka emban dalam mencetak generasi masa depan.
“Kesejahteraan bukan sekadar soal gaji. Ini juga soal fasilitas, hak mendapatkan pelatihan, dukungan kebijakan, serta penghargaan yang layak terhadap profesi guru,” jelasnya.
Menurutnya, kualitas pendidikan di era digital tidak hanya bergantung pada kecerdasan intelektual guru tetapi juga pada profesionalisme, kestabilan ekonomi, dan kenyamanan kerja mereka. Guru yang bekerja di bawah tekanan kesejahteraan rendah akan sulit memberikan hasil terbaik.
Ia juga meminta pemerintah memastikan bahwa sertifikasi, pelatihan, dan evaluasi guru dilakukan secara berkala, bukan hanya sebagai syarat administratif tetapi sebagai bagian dari pengembangan kualitas pendidikan.
Darlis berharap pemerintah daerah dapat merumuskan kebijakan jangka panjang yang menjamin peningkatan kompetensi guru secara berkelanjutan, terutama menjelang era transformasi pendidikan di kawasan Ibu Kota Nusantara (IKN) yang akan menjadi pusat pendidikan, inovasi, dan teknologi nasional.
“Jika kualitas guru kita kuat, maka masa depan pendidikan dan generasi bangsa juga akan kuat,” pungkasnya. (Adv/DPRDKaltim/SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
