DPKH Kaltim Gelar Bimtek Analisis Risiko Penyakit Hewan Guna Memperkuat Ketahanan Pangan dan Kesehatan

DPKH Kaltim gelar bimtek analisis risiko penyakit hewan (Foto: DPKH Kaltim)

Samarinda, Kaltimetam.id – Dalam upaya meningkatkan status kesehatan hewan dan mencegah penyebaran penyakit hewan menular, Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kaltim menggelar Bimbingan Teknis (Bimtek) Analisis Risiko Penyakit Hewan pada tanggal 19-23 Februari 2024.

Acara tersebut dihadiri oleh peserta dari 10 kabupaten/kota, termasuk perwakilan dari DPKH Kaltim, UPTD Lab Keswan dan Kesmavet, serta berbagai instansi terkait lainnya, dengan fokus pada pemahaman peraturan terkait pemasukan dan pengeluaran hewan di Kalimantan Timur serta analisis risiko terkait perdagangan hewan.

Plh. Kepala DPKH Kaltim, drh. Dyah Anggraini, M.Si., menjelaskan bahwa acara tersebut bertujuan untuk memberikan pemahaman tentang peraturan terkait pemasukan dan pengeluaran hewan di Kalimantan Timur sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian No. 17 tahun 2023.

“Selain itu, para peserta juga diberikan panduan mengenai status penyakit hewan di masing-masing kabupaten/kota, sesuai dengan Keputusan Menteri Pertanian No. 311 tahun 2023,” ungkapnya.

Dyah juga memaparkan Bimtek kali ini dihadiri oleh tiga narasumber dari Sekolah Kedokteran Hewan IPB, yang memberikan wawasan mendalam tentang analisis risiko kesehatan hewan.

“Ya tentu kita berharap acara ini dapat meningkatkan kapasitas dan kapabilitas para peternak dan pengambil kebijakan di berbagai kabupaten/kota di Kalimantan Timur,” ungkapnya.

Sementara itu, Denny Widaya Lukman, Dosen Sekolah Kedokteran Hewan dan Biomedis IPB University, menekankan pentingnya analisis risiko terkait perdagangan hewan dalam mempertahankan status kesehatan hewan yang berpengaruh terhadap perekonomian dan kesehatan manusia.

“Kebutuhan protein yang meningkat di Kaltim tidak bisa diabaikan, namun perlu diimbangi dengan upaya pencegahan penyebaran penyakit hewan,” imbuhnya.

Ia juga berharap peserta Bimtek tersebut dapat mempraktikkan pemahaman yang diperoleh selama acara tersebut, sehingga penanganan penyakit hewan dapat lebih efektif dan proaktif, yang pada akhirnya akan berdampak positif terhadap perekonomian dan kesehatan masyarakat.

“Ya saya harap acara Bimtek Analisis Risiko Penyakit Hewan ini dapat menjadi langkah awal untuk memperkuat sistem pengendalian penyakit hewan di Kalimantan Timur dan menjaga ketahanan pangan serta kesehatan masyarakat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id