Dekranasda Kalim Dorong Kemandirian Ekonomi Lewat Pelatihan Rotan

Pelatihan kerajinan berbahan rotan yang digelar oleh Dekranasda Kaltim. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id  – Upaya membangun wirausaha baru di Kalimantan Timur kembali dilakukan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda). Melalui pelatihan kerajinan berbahan rotan, organisasi ini berusaha membuka jalan bagi masyarakat untuk mengembangkan usaha kreatif yang berdaya saing.

Pelatihan digelar di Galeri UMKM Nusantara, Jalan Basuki Rahmat, Samarinda, pada Kamis (25/9/2025) dan Jumat (26/9/2025). Total 60 peserta terbagi dalam dua sesi, masing-masing 30 orang per hari.

Wakil Sekretaris Dekranasda Kaltim, Renny Ariani, mengatakan kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian pelatihan yang telah digelar sebelumnya di sejumlah daerah.

“Kami sudah melaksanakan pelatihan merajut, makrame dalam bentuk tas, sulam tumpar di goodie bag, dan embroidery. Semua sudah kami laksanakan di Kota Balikpapan,” ungkapnya.

Pada sesi kali ini, peserta diajak berkreasi membuat home décor dari rotan. Produk yang dipelajari adalah wadah mangkuk hias, sementara sesi berikutnya memperkenalkan desain wadah berbeda.

“Ini memang pelatihan dasar, tapi dari sini peserta sudah bisa membuat produk yang nantinya bisa dikembangkan. Tujuan Dekranasda adalah melestarikan warisan budaya bangsa, sekaligus membekali masyarakat dengan keterampilan yang bisa bermanfaat,” jelas Renny.

Menurutnya, keahlian yang diperoleh dari pelatihan tidak hanya sebatas keterampilan rumah tangga, melainkan juga peluang usaha. Peserta yang serius dapat mengembangkan produk menjadi sumber penghasilan, bahkan mengarah pada usaha mandiri.

“Kami di Dinas Perindustrian, Perdagangan, Koperasi dan UKM (DPPKUKM) Kaltim melalui UPTD Pelatihan Koperasi juga menjual bahan baku rotan dengan harga terjangkau. Jadi, kalau peserta mau menjual produk hasil pelatihan, jalannya bisa lebih dipermudah,” pungkasnya.

Dekranasda Kaltim menilai kerajinan rotan bukan hanya sekadar produk seni, tetapi juga simbol identitas budaya yang memiliki nilai jual tinggi.

Dengan adanya pelatihan rutin, diharapkan semakin banyak masyarakat yang tidak hanya melestarikan tradisi, tetapi juga memperoleh kemandirian ekonomi dari karya mereka sendiri. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id