Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya menjadikan kawasan Sangkulirang-Mangkalihat sebagai bagian dari jaringan geopark dunia terus dimatangkan Pemerintah Provinsi Kalimantan Timur.
Tidak hanya mengandalkan kekayaan alamnya, berbagai aspek pendukung kini disiapkan secara menyeluruh menjelang tahapan verifikasi nasional yang dijadwalkan pada Juli 2026.
Kawasan yang membentang hingga sekitar 1,8 juta hektare ini dikenal memiliki lanskap karst purba, gua prasejarah, hingga keanekaragaman hayati yang tinggi. Potensi tersebut dinilai layak untuk didorong masuk dalam daftar UNESCO Global Geopark.
Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, mengatakan saat ini fokus utama berada pada kesiapan teknis dan koordinasi lintas sektor agar seluruh elemen dapat berjalan selaras saat proses penilaian berlangsung.
“Verifikasi nasional direncanakan Juli 2026. Jadi sekarang kita siapkan semua, mulai dari jalur kunjungan, itinerary, sampai kesiapan tim di lapangan,” ujarnya, Sabtu (9/5/2026).
Menurutnya, proses menuju pengakuan geopark dunia tidak hanya bergantung pada kondisi alam, tetapi juga pada bagaimana kawasan tersebut dikelola dan dipresentasikan kepada tim penilai.
Karena itu, sejumlah skenario kunjungan telah disusun, mencakup rute dari Samarinda menuju wilayah Kutai Timur, Berau, hingga kawasan Kepulauan Derawan yang menjadi bagian dari bentang geopark.
Selain itu, penguatan identitas kawasan juga mulai dilakukan. Pemerintah daerah berencana meningkatkan visibilitas geopark melalui pemasangan logo dan materi promosi di berbagai titik strategis, seperti bandara, terminal, hingga pintu masuk kawasan.
“Kita ingin geopark ini lebih dikenal, jadi nanti akan ada penguatan branding di berbagai titik, termasuk dukungan dari seluruh perangkat daerah,” jelasnya.
Di sisi lain, kesiapan sumber daya manusia juga menjadi perhatian. Pemandu lokal dan pelaku wisata mulai dibekali pemahaman terkait nilai geologi, budaya, dan lingkungan agar mampu menjelaskan kekayaan kawasan secara komprehensif.
Ririn menambahkan, penyusunan dokumen pendukung juga terus dikebut, termasuk rencana induk pengelolaan geopark yang melibatkan berbagai pihak, baik dari pemerintah maupun mitra non-pemerintah.
Jika seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik, Sangkulirang-Mangkalihat berpeluang menjadi salah satu geopark terbesar di Indonesia sekaligus memperkuat posisi Kalimantan Timur dalam peta pariwisata berbasis konservasi.
“Kuncinya kolaborasi. Semua pihak harus bergerak bersama supaya saat verifikasi nanti kita bisa tampil maksimal,” pungkasnya. (REE)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
