Samarinda, Kaltimetam.id – Bandara Aji Pangeran Tumenggung (APT) Pranoto Samarinda terus melakukan pembenahan menjelang dimulainya penerbangan internasional perdana pada Februari 2026. Setelah resmi ditetapkan sebagai bandara berstatus internasional pada Agustus 2025, berbagai persiapan kini memasuki tahap percepatan. DPRD Kaltim menegaskan pentingnya kesiapan teknis, pelayanan, serta sumber daya manusia (SDM) untuk menyukseskan operasional rute internasional tersebut.
Kepala Bandara APT Pranoto, I Kadek Yuli Sastrawan, menyampaikan bahwa saat ini pihaknya tengah melakukan redesain terminal untuk difungsikan sebagai terminal kedatangan internasional, lengkap dengan fasilitas Imigrasi dan Bea Cukai. Proses ini ditargetkan rampung awal 2026 sebagai syarat utama sebelum penerbangan internasional dibuka.
“Setelah semua siap, kami akan diverifikasi. Kemudian maskapai dapat mengajukan izin rute ke Kemenhub,” jelas Kadek Yuli.
Saat ini Malindo Air (Batik Air Malaysia) secara lisan telah menyampaikan minat untuk mengoperasikan rute Kuala Lumpur–Samarinda. Maskapai tersebut dianggap paling siap untuk membuka penerbangan perdana internasional dari APT Pranoto mengingat jaringan internasionalnya yang cukup kuat.
Meski begitu, keputusan resmi masih menunggu proses verifikasi dari Kementerian Perhubungan serta pengajuan izin rute dari pihak maskapai setelah seluruh infrastruktur dan SDM bandara dinyatakan memenuhi standar internasional.
Menanggapi progres tersebut, DPRD Kaltim menegaskan bahwa persiapan bandara tidak hanya seputar fisik bangunan, tetapi juga kualitas pelayanan dan kompetensi SDM.
Anggota Komisi III DPRD Kaltim, Subandi, menilai bahwa pelayanan bandara merupakan wajah pertama yang dilihat wisatawan mancanegara saat tiba di Samarinda.
“APT Pranoto harus memperkuat SDM yang andal, mulai dari keamanan, pelayanan penumpang, hingga petugas Imigrasi dan Bea Cukai. Ini penting agar citra Samarinda sebagai kota tujuan internasional bisa terbentuk dengan baik,” katanya.
Menurut DPRD, profesionalitas pelayanan menjadi elemen penting untuk membangun kepercayaan maskapai internasional dan wisatawan luar negeri. Selain itu, peningkatan standar kebersihan, kenyamanan, dan keamanan menjadi kewajiban mutlak bandara internasional.
Pembukaan rute internasional ini diyakini akan memberi dampak besar terhadap perekonomian daerah. Peningkatan kunjungan wisatawan, mobilitas bisnis, hingga peluang kerja di sektor perhotelan dan transportasi diprediksi akan meningkat tajam.
DPRD Kaltim berharap pemerintah provinsi dan kota dapat bersinergi memperkuat ekosistem pendukung di sekitar bandara, termasuk integrasi transportasi, pengembangan sentra UMKM, dan perbaikan akses jalan.
“Jika semua elemen bergerak bersama, Samarinda bisa menjadi pintu gerbang internasional yang membanggakan Kaltim,” tegas Subandi.
Dengan persiapan yang terus dikebut, Bandara APT Pranoto diharapkan berhasil mengoperasikan penerbangan internasional tepat waktu dan menjadi simbol kemajuan ibu kota Kalimantan Timur menuju era konektivitas global. (Adv/DPRDKaltim/SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







