Antisipasi Lonjakan Kebutuhan Lebaran, BI Kaltim Sebar Titik Penukaran Uang di Masjid Samarinda

Layanan penukaran uang di Masjid Shiratal Mustaqim, Samarinda Seberang, Rabu (18/2/2026). (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Menjelang periode Ramadan hingga Idulfitri, kebutuhan masyarakat terhadap uang pecahan baru diprediksi meningkat signifikan. Untuk mengantisipasi hal tersebut, Bank Indonesia Perwakilan Kalimantan Timur menyiapkan layanan penukaran uang di sejumlah masjid di Samarinda sebagai bagian dari rangkaian program SERAMBI 2026.

Penempatan lokasi di rumah ibadah dipilih agar akses layanan lebih dekat dengan aktivitas masyarakat selama bulan keagamaan, sekaligus memastikan distribusi uang layak edar berjalan tertib dan merata.

Pegawai Unit Implementasi Pengelolaan Uang Rupiah KPwBI Kaltim, Zain, menerangkan bahwa pelaksanaan penukaran dilakukan secara bergilir di beberapa titik agar jangkauan pelayanan lebih luas.

“Kegiatan dimulai di Masjid Nurul Muminin dan Masjid Sirotol Mustaqiem pada 18–19 Februari, lalu berlanjut ke Masjid Jami’ Al-Ma’ruf pada 23–24 Februari,” jelasnya, Rabu (18/2/2026).

Ia menambahkan, layanan berikutnya akan hadir di Masjid Al-Muhajirin Bengkuring serta Masjid Baitul Muttaqien (Islamic Center) pada 25–26 Februari.

Menurut Zain, pembagian jadwal dilakukan dalam dua tahap agar pengaturan antrean lebih terkendali. Tahap kedua bahkan disiapkan dengan kuota lebih besar karena tren penukaran biasanya memuncak mendekati hari raya.

“Permintaan uang pecahan kecil biasanya meningkat tajam menjelang Lebaran, sehingga pada termin kedua kuotanya kami tambah,” ujarnya.

Dalam mekanismenya, penukaran hanya dapat dilakukan oleh masyarakat yang telah mendaftar melalui platform Pintar BI.

Sistem ini diterapkan untuk menjaga ketertiban sekaligus memastikan distribusi uang berjalan sesuai kebutuhan riil.

“Yang bisa dilayani hanya yang sudah mendaftar dan harus datang langsung membawa KTP asli untuk verifikasi,” katanya.

Selain memenuhi kebutuhan transaksi, layanan resmi ini juga menjadi upaya mengurangi praktik penukaran uang tidak resmi yang kerap muncul di ruang publik menjelang Lebaran.

Bank Indonesia menegaskan seluruh uang yang ditukarkan melalui layanan ini dipastikan asli dan tidak dikenakan biaya tambahan.

“Kami ingin masyarakat tidak perlu menukar uang melalui pihak tidak resmi, karena di sini dijamin keasliannya dan tanpa biaya,” tegas Zain.

Tak hanya itu, kegiatan ini juga disertai edukasi mengenai pentingnya merawat uang Rupiah agar tetap layak edar melalui kampanye 5J, sebagai bagian dari peningkatan literasi publik tentang pengelolaan uang tunai.

“Sosialisasi ini penting supaya masyarakat memahami cara memperlakukan uang dengan benar agar tidak cepat rusak,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version