Pria 35 Tahun Ditemukan Tertelungkup di Lorong Indekos Samarinda Ilir, Dugaan Penyebab Kematian Masih Didalami

Pria 35 tahun Ditemukan meninggal dunia di lorong indekos di Samarinda Ilir, tim PMI melakukan evakuasi. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Warga Kelurahan Sungai Dama, Kecamatan Samarinda Ilir, dikejutkan dengan penemuan seorang penghuni indekos yang meninggal dunia di dalam lingkungan tempat tinggalnya, Rabu (18/2/2026) pagi. Korban ditemukan tak bernyawa di lorong lantai dua sebuah bangunan indekos di Jalan Otto Iskandardinata, Gang 12, sekitar pukul 07.00 Wita.

Korban diketahui bernama Ahmad Safiq (35), seorang teknisi servis telepon genggam yang juga dikenal sebagai penjual ponsel bekas. Pria yang akrab disapa Om Hape itu telah menempati indekos tersebut sejak 2024 dan selama ini hidup seorang diri.

Peristiwa ini pertama kali terungkap saat petugas kebersihan indekos, Ita, hendak menjalankan tugas rutinnya membersihkan area bangunan. Saat menaiki tangga menuju lantai dua, Ita mendapati korban tergeletak di lorong dalam posisi tertelungkup, tidak jauh dari pintu kamar tempatnya tinggal.

“Awalnya saya kira beliau sedang istirahat atau pingsan. Tapi setelah dipanggil berkali-kali tidak ada jawaban sama sekali. Saya langsung turun dan melapor ke pemilik kos,” tuturnya.

Pemilik indekos kemudian segera menghubungi aparat kepolisian. Petugas Polresta Samarinda tiba di lokasi sekitar pukul 07.30 Wita untuk mengamankan area, melakukan olah tempat kejadian perkara, serta mengumpulkan keterangan dari para saksi.

Pamapta II Polresta Samarinda, Ipda Ilham Satria Brajanata, membenarkan adanya penemuan jasad tersebut. Berdasarkan pemeriksaan awal oleh tim Inafis, korban diperkirakan telah meninggal dunia beberapa jam sebelum ditemukan.

“Perkiraan sementara korban meninggal sekitar lima jam sebelum ditemukan, atau kurang lebih pukul 03.00 Wita. Namun untuk memastikan penyebab kematian serta ada tidaknya unsur kekerasan, masih dalam proses penyelidikan,” katanya.

Ia menegaskan bahwa pihak kepolisian masih mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi, termasuk penghuni kos lainnya, untuk mengetahui aktivitas terakhir korban sebelum ditemukan dalam kondisi tidak bernyawa.

Setelah dilakukan identifikasi awal di lokasi, jenazah Ahmad Safiq dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) A.W. Sjahranie Samarinda guna menjalani pemeriksaan medis lebih lanjut. Hasil pemeriksaan tersebut akan menjadi dasar dalam menentukan penyebab pasti kematian. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version