Samarinda, Kaltimetam.id – Seorang anggota PAM TPS pada pemilu 2024 di Kota Samarinda, Donny Rolano (45) dikabarkan meninggal dunia pada Selasa (20/02/2024) pada sore hari. Ia bertugas di TPS 70, RT 73 Kelurahan Loa Bakung, Kota Samarinda, Kalimantan Timur.
Donny menghebuskan nafas terakhir pada hari Selasa (20/02/2024) pada pukul 17.00 WITA, setelah sempat mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina Kota Samarinda.
Istri Donny, Dini menceritakan pada awal mula kondisi dari suaminya setelah menuntaskan tugasnya pada PAM TPS pada Pemilu 2024 pada hari Rabu (14/02/2024).
“Jadi suami saya ini pulang setelah penjagaan sekitar Pukul 04.00 WITA Pagi, sampai rumah langsung memakai selimut dan langsung beristirahat,” katanya.
Lebih lanjut, Dini mengatakan bahwa beberapa hari sebelum kepergian suaminya tersebut, ia enggan untuk makan. Suaminya selalu muntah jika memasukkan makanan.
“Pas penjagaan TPS, kata teman-temannya pas lagi makan sempat muntah,” ucapnya.
Sehari setelah pencoblosan, Donny sempat mengalami sakit pada tenggorokannya, serta badannya merasa kurang fit. Dini pun, memberi obat agar bisa meredahkan penyakitnya tersebut.
Namun obat yang dibelikannya tidak membuahkan hasil, Donny sempat dibawa ke Dokter untuk berobat dan diperiksa kesehatannya. Namun, bukannya sembuh malah keadaannya semakin parah.
“Jadi setelah diperiksa kesehatannya, berharap keadannya membaik, malah semakin parah, pak RT yang mengetahui hal tersebut, menyuruh untuk di bawa ke Rumah Sakit Hermina,” ujarnya.
Donny di bawa ke Rumah Sakit Hermina pada Minggu (18/02/2024). Sesampainya di Rumah Sakit, Donny langsung mendapatkan tindakan perawatan secara intensif dari Rumah Sakit Herimana yang terletak di Jalan Teuku Umar, Kelurahan Karang Asam Ilir, Koga Samarinda.
“Suami saya minta pijit, katanya sakit di seluruh tubuhnya, mau tidur juga susah, susah juga mencari posisi yang nyaman untuk tidur,” jelasnya.
Lebih lanjut, Donny mendapatkan perawatan di Rumah Sakit Hermina selama dua hari, keadaanya sangat lemas dan terus secara intensif mendapatkan perawatan dari Rumah Sakit Hermina. Ujar Dini, suaminya tidak sadarkan diri sekitar pukul 12.00 WITA pada hari Selasa (20/02/2024).
“Jadi sore sekitar pukul 17.00 WITA, sudah dinyatakan meninggal dunia di Rumah Sakit Hermina Samarinda,” pungkasnya.
Dari pengakuan istrinya bahwa, Donny memang memiliki penyakit Diabetes pada sebelumnya. Terlebih lagi, memang dirinya sangat kelelahan setelah bertugas menjadi Anggota PAM TPS Pemilu 2024.
“Setau saya, orang yang memiliki penyakit Diabetes memang tidak boleh sampai kelelahan. Jadi ini baru pertama kali menjadi anggota PAM TPS itu,” tambahnya.
Terakhir, Dini mengaku bahwa untuk seluruh administrasi rumah sakit dan lain sebagainya, sudah di bantu oleh beberapa pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan Pemilu 2024. Bahkan, beberapa sudah memberikan santunan kepada pihak keluarga yang ditinggalkan.
“Di kuburkan sekitar pukul 10.00 WITA tadi pagi, untuk biaya administrasi rumah sakit dan lain sebagainya sudah diuruskan secara gratis, beberapa pihak juga ada yang memberikan santunan,” tutupnya.
Terpisah, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Samarinda Firman Hidayat menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi Kaltim dan KPU Republik Indonesia (RI) untuk memberikan santunan kepada yang ditinggalkan dan turut berbelasungkawa terhadap keluarga yang ditinggalkan.
“Kami akan melakukan koordinasi dengan KPU Provinsi dan KPU RI untuk memberikan santunan untuk korban dan kami turut berbelasungkawa karena memang mereka dialah pejuang-pejuang demokrasi pada Pemilu 2024,” singkatnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







