Samarinda, Kaltimetam.id – Upaya meningkatkan kesadaran hukum dan partisipasi generasi muda terus digencarkan oleh Anggota DPRD Provinsi Kalimantan Timur, Abdul Giaz, melalui kegiatan Sosialisasi Peraturan Daerah (Sosper) ke-4 yang mengangkat tema kepemudaan.
Kegiatan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (18/4/2026) pukul 14.00 WITA di halaman Kantor Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda. Acara ini dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat, mulai dari pemuda, tokoh masyarakat, hingga perwakilan organisasi kepemudaan di wilayah tersebut.
Dalam sambutannya, Abdul Giaz menegaskan bahwa pemuda memiliki posisi strategis dalam menentukan arah pembangunan daerah, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun politik. Oleh karena itu, pemahaman terhadap regulasi yang mengatur kepemudaan menjadi hal penting agar peran tersebut dapat dijalankan secara optimal.
“Pemuda adalah motor penggerak perubahan. Namun, peran itu harus dibarengi dengan pemahaman terhadap aturan yang berlaku agar kontribusi yang diberikan bisa tepat sasaran dan berkelanjutan,” ujarnya.
Dalam kegiatan Sosper ini, peserta diberikan pemahaman mengenai peraturan daerah yang mengatur tentang kepemudaan, termasuk hak, kewajiban, serta ruang partisipasi yang dapat dimanfaatkan oleh generasi muda.
Abdul Giaz menjelaskan bahwa regulasi tersebut hadir sebagai bentuk dukungan pemerintah terhadap pengembangan potensi pemuda di berbagai bidang.
“Perda kepemudaan ini menjadi landasan bagi pemerintah dalam memberikan ruang dan fasilitas kepada pemuda untuk berkembang, baik dalam bidang kewirausahaan, pendidikan, maupun kepemimpinan,” jelasnya.
Ia juga menekankan bahwa pemuda tidak hanya berperan sebagai objek pembangunan, tetapi juga harus menjadi subjek yang aktif dalam proses pembangunan itu sendiri.
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber yang memiliki pengalaman di bidang kepemudaan dan sosial, yakni Doni Hadiseputra dan Syarifuddin Yunus.
Dalam pemaparannya, Doni Hadiseputra menyoroti pentingnya penguatan karakter pemuda di tengah tantangan globalisasi dan perkembangan teknologi. Ia menilai bahwa pemuda harus mampu beradaptasi tanpa kehilangan jati diri.
“Pemuda harus kreatif, inovatif, dan berdaya saing. Tapi yang tidak kalah penting adalah memiliki karakter yang kuat dan nilai-nilai kebangsaan,” ujarnya.
Sementara itu, Syarifuddin Yunus menekankan pentingnya literasi sosial dan politik bagi pemuda agar tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang menyesatkan.
“Di era digital, pemuda harus cerdas dalam menyaring informasi. Literasi menjadi kunci agar tidak terjebak dalam hoaks dan disinformasi,” jelasnya.
Sosper ke-4 ini berlangsung interaktif dengan sesi diskusi yang diikuti secara antusias oleh para peserta. Berbagai pertanyaan disampaikan, mulai dari peluang pengembangan diri bagi pemuda hingga peran pemerintah dalam mendukung kegiatan kepemudaan.
Antusiasme tersebut menunjukkan tingginya minat generasi muda untuk terlibat aktif dalam pembangunan daerah, sekaligus meningkatkan pemahaman mereka terhadap regulasi yang berlaku. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
