Samarinda, Kaltimetam.id – Bulan suci Ramadan yang penuh rasa khidmat dan rasa suka cita ini terkadang juga ikut diiringi oleh tradisi serta budaya pada setiap daerah masing-masing yang selalu berbeda-beda.
Biasanya, di setiap daerah memiliki tradisi dan budayanya sendiri terkait cara orang membangunan sahur.
Ada yang berkeliling kampung menggunakan kentongan, ada juga yang membangunkan warga dengan toa masjid saja.
Baru-baru ini viral di Media Sosial (Medsos) aksi konvoi bagarakan sahur di Samarinda menggunakan musik Dj Remix yang membuat keresahan dan mengganggu masyarakat.
Pemuda yang berjumlah sekira belasan orang itu membangunkan sahur menggunakan speaker besar yang memutar lagu disjoki atau DJ dengan instrumen yang keras.
Mereka menaiki sebuah mobil pick up yang diiringi dengan konvoi belasan sepeda motor di belakangnya.
Dalam mobil pick up tersebut, para pemuda itu terlihat sangat asyik berjoget mengikuti nada yang dihasilkan dari musik DJ tersebut.
Kemudian, mereka pun berhenti di pinggir jalan lalu kembali berjoget dengan lagu dangdut dan musik ala DJ remix yang diputarkan.
Dari vidio yang telah tersebar luar di Medsos, aksi kurang terpuji ini terjadi di Kawasan Poros Jalan Jelawat, Samarinda, Kalimantan Timur.
Sontak, dari aksi para muda-mudi tersebut membuat warganet yang menyaksikan vidio tersebut menjadi geram karena tidak memperlihatkan perilaku yang terpuji selama bulan suci Ramadhan ini.
“Kalau memang ga ingat soal toleransi dalam beragama, setidaknya bisa mikir siapa tau di sekitar situ ada lansia yang butuh istirahat atau juga bisa bayi yang tidak bisa dikagetin, jauh sekali dari adab dalam membangunkan sahur,” beber warganet.
“Cukup kaum mesjid aja sih yg pake toak sahur sahur … drpd begini. Jujur kdg terganggu sma yg bgni. Apalagi sounsystem super nyaring musik DJ blm lg kdg ada perempuan juga di situ,” tambah lainnya.
Menanggapi hal tersebut, Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol Creato Sonitehe Gulo menjelaskan bahwa tindakan muda-mudi yang menggunakan mobil pick up serta menyetel musik disko itu sangat menyalahi aturan dalam berlalu lintas.
“Sangat membahayakan keselamatan para muda mudi tersebut. Ketika, pengemudi tiba-tiba menginjak gas itu bisa berakibat sangat fatal para muda-mudi tersebut, bisa langsung terpental ke belakang,” jelasnya.
Lebih lanjut, Gulo membeberkan bahwa hingga saat ini timnya masih melakukan penelusuran terhadap mobil pick up yang viral membawa muda-mudi membangunkan sahur menggunakan musik Dj Remix
“Kami masih dalam tahap pencarian terhadap mobil pick up tersebut, kalau sudah ketemu akan kami lakukan tindakan tegas berupa tilang dan akan kami tahan untuk mobilnya tersebut, supaya memberikan efek jera,” bebernya.
Terakhir, Gulo menghimbau kepada masyarakat Kota Samarinda agar bisa menjaga kesucian bulan Ramadan dengan kegiatan-kegiatan yang lebih bermanfaat.
“Mari kita menjaga kesucian bulan Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan yang tidak kontradiktif seperti masa membangunkan orang dengan musik Dj itu sangat miris sekali,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







