Keributan di Jalan Siti Aisyah Berujung Penikaman, Penjual Es Teh Alami Luka Tusuk di Dada dan Punggung

Tempat kejadian penikaman di Jalan Siti Aisyah, RT 19, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana malam di Jalan Siti Aisyah, RT 19, Kelurahan Jawa, Kecamatan Samarinda Ulu, mendadak berubah mencekam setelah seorang pria yang diketahui berprofesi sebagai penjual es teh menjadi korban penikaman, Senin (6/7/2026) sekitar pukul 20.00 Wita. Korban mengalami luka tusuk di bagian dada dan punggung, sementara pelaku melarikan diri sesaat setelah kejadian dan hingga kini masih dalam pengejaran aparat kepolisian.

Peristiwa berdarah tersebut bermula dari laporan masyarakat yang menginformasikan adanya keributan di kawasan tersebut. Mendapat laporan itu, personel Polresta Samarinda langsung menuju lokasi untuk mengamankan tempat kejadian perkara (TKP), mengevakuasi korban, sekaligus mengumpulkan barang bukti.

Pamapta III Polresta Samarinda, IPDA Sofian Adi Cahyono, mengatakan korban berinisial MFA ditemukan dalam kondisi mengalami luka akibat senjata tajam. Petugas kemudian segera membawa korban ke Rumah Sakit Dirgahayu Samarinda agar mendapatkan penanganan medis.

“Kami menerima laporan dari masyarakat sekitar pukul 20.00 Wita terkait adanya keributan. Saat anggota tiba di lokasi, korban sudah mengalami luka tusuk di bagian dada sebelah kanan dan punggung sebelah kanan. Korban langsung dievakuasi ke rumah sakit,” ujarnya.

Selain mengevakuasi korban, petugas juga melakukan olah tempat kejadian perkara. Dari lokasi, polisi menemukan sebilah pisau yang diduga digunakan pelaku saat melakukan penyerangan. Senjata tajam tersebut telah diamankan untuk kepentingan penyelidikan lebih lanjut.

Sementara itu, Tim Jatanras Polresta Samarinda kini masih memburu pelaku yang berhasil melarikan diri usai melakukan penikaman. Polisi juga terus mengumpulkan keterangan dari sejumlah saksi guna menyusun kronologi kejadian secara utuh.

“Terkait pelaku masih dalam proses penyelidikan dan pengejaran. Kami masih mendalami seluruh keterangan saksi maupun barang bukti yang ditemukan di lokasi,” katanya.

Mengenai motif, polisi belum dapat memastikan penyebab terjadinya penganiayaan tersebut. Informasi awal yang diterima dari lokasi memang mengarah pada dugaan persoalan pribadi yang berkaitan dengan rasa cemburu. Namun, penyidik menegaskan informasi tersebut masih bersifat sementara dan belum dapat dijadikan kesimpulan.

“Ada informasi awal yang mengarah ke persoalan kecemburuan. Tetapi itu masih kami dalami karena keterangannya belum sama dan masih simpang siur,” tutupnya.

Terpisah, Ketua RT 19 Kelurahan Jawa, Muhammad Alwi Idris, mengaku mengetahui kejadian itu setelah menerima laporan dari warga. Saat tiba di lokasi, korban sudah lebih dahulu dievakuasi menggunakan ambulans menuju rumah sakit.

“Saya mendapat informasi ada penikaman sekitar pukul delapan malam. Waktu saya datang ke lokasi, korban sudah dibawa ke rumah sakit sehingga saya langsung berkoordinasi dengan pihak kepolisian,” ujarnya.

Menurut Alwi, peristiwa tersebut terjadi di area kios tempat korban berjualan. Namun, ia mengaku tidak banyak mengenal korban karena yang bersangkutan belum pernah melapor sebagai pedagang maupun pendatang kepada pengurus lingkungan setempat.

“Korban memang berjualan es teh di wilayah RT kami. Tetapi yang bersangkutan belum pernah melapor kepada pengurus lingkungan sehingga kami tidak memiliki data lengkap mengenai dirinya,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id