Samarinda, Kaltimetam.id – Kebakaran kembali terjadi di kawasan padat aktivitas perdagangan di Jalan AW Syahranie I, RT 26, Kelurahan Air Hitam, Kecamatan Samarinda Ulu, Kota Samarinda, Senin (01/06/2026) siang. Insiden yang terjadi sekitar pukul 13.10 Wita itu menghanguskan dua unit ruko yang digunakan sebagai tempat usaha penjualan ban dan koperasi pembangunan.
Peristiwa tersebut sempat membuat warga dan pengguna jalan panik setelah kepulan asap hitam pekat membumbung tinggi dari lantai dua bangunan. Lokasi kebakaran yang berada di tepi jalan utama membuat kejadian itu dengan cepat menarik perhatian masyarakat sekitar.
Berdasarkan keterangan sejumlah saksi mata, api pertama kali terlihat muncul dari lantai dua bangunan yang berada di atas usaha penjualan ban. Sebelum kobaran api membesar, warga juga mengaku mendengar suara ledakan keras yang diduga berasal dari dalam bangunan.
Salah seorang saksi mata, Jaynab, mengatakan dirinya pertama kali mengetahui kejadian tersebut saat melintas di Jalan AW Syahranie. Saat itu, ia melihat asap hitam tebal keluar dari bagian atas bangunan.
“Awalnya saya melintas di Jalan AW Syahranie. Ketika melihat ke arah kanan, saya melihat asap hitam tebal keluar dari bangunan lantai dua tepat di atas tempat penjualan ban. Saya langsung berteriak untuk memperingatkan warga sekitar agar menjauh dan mengamankan diri,” ujarnya.
Melihat situasi yang berpotensi membahayakan, Jaynab segera menghubungi relawan pemadam kebakaran dan petugas terkait agar segera datang ke lokasi.
“Saya langsung menghubungi teman-teman relawan dan petugas pemadam. Alhamdulillah responsnya sangat cepat, sehingga tidak lama kemudian armada pemadam sudah tiba di lokasi,” katanya.
Menurut Jaynab, kejadian pertama kali ia lihat sekitar pukul 13.10 Wita. Saat itu asap sudah terlihat cukup tebal dan keluar dari bagian lantai dua bangunan.
Keterangan serupa juga disampaikan sejumlah warga yang berada di sekitar lokasi. Mereka menduga sumber api berasal dari lantai dua karena pada saat kejadian kobaran dan asap pertama kali terlihat dari bagian atas bangunan.
Sementara itu, saksi lainnya, Rahmat, mengatakan informasi mengenai kebakaran diterimanya sekitar pukul 13.05 Wita. Ia menyebut peristiwa tersebut menjadi perhatian warga karena lokasi yang terbakar sebelumnya juga pernah mengalami kejadian serupa.
“Kami menerima informasi kebakaran sekitar pukul 13.05 Wita. Ternyata memang lokasinya berada di pinggir jalan dan ini merupakan kejadian yang kedua kalinya di kawasan tersebut,” ujarnya.
Meski demikian, Rahmat menjelaskan bahwa titik api kali ini diduga berbeda dengan kebakaran sebelumnya.
“Kalau melihat kondisi di lapangan, kemungkinan titik api bukan dari lokasi yang terbakar pada kejadian sebelumnya. Dugaan sementara berasal dari lantai dua bangunan di sebelah yang digunakan sebagai tempat usaha penjualan ban,” katanya.
Rahmat menambahkan, bangunan yang terdampak merupakan dua unit ruko yang digunakan untuk aktivitas usaha berbeda. Satu bangunan digunakan sebagai tempat penjualan ban, sementara bangunan lainnya digunakan sebagai kantor koperasi pembangunan.
“Yang terbakar dua bangunan atau dua pintu ruko. Satu digunakan untuk usaha ban dan satu lagi untuk koperasi pembangunan,” jelasnya.
Tak lama setelah laporan diterima, armada pemadam kebakaran dari berbagai posko langsung dikerahkan menuju lokasi. Petugas bersama relawan bahu-membahu melakukan pemadaman untuk mencegah api merembet ke bangunan lain yang berada di sekitar lokasi kejadian.
Kepala Bidang Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (Disdamkarmat) Kota Samarinda, Akhmad Supriyanto, mengatakan akses menuju lokasi yang berada di pinggir jalan sangat membantu proses penanganan. Menurutnya, keberadaan sumber air yang cukup memadai juga menjadi faktor penting sehingga proses pemadaman dapat berjalan lebih efektif.
“Alhamdulillah lokasi berada di pinggir jalan sehingga memudahkan akses kendaraan pemadam. Selain itu, sumber air di sekitar lokasi juga tersedia sehingga proses pemadaman berjalan lancar,” ujarnya.
Disdamkarmat Kota Samarinda mengerahkan dua posko pemadam dengan empat unit armada untuk menangani kebakaran tersebut. Selain petugas pemadam, sejumlah relawan dari berbagai organisasi kebencanaan juga turut membantu di lapangan.
Berkat koordinasi yang cepat antara petugas dan relawan, kobaran api berhasil dikendalikan dalam waktu kurang dari satu jam sejak operasi pemadaman dimulai.
“Kurang lebih satu jam situasi sudah dapat kami kuasai. Dukungan dari relawan sangat luar biasa dalam membantu proses pemadaman maupun pengaturan di sekitar lokasi,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







