Pria 61 Tahun Ditemukan Meninggal di Depan Gerbang Unmul, Diduga Sempat Keluhkan Penyakit Jantung

Tim PMI Kota Samarinda proses evakuasi jenazah dan akan di bawa ke RSUD AWS. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Seorang pria bernama Suroto (61), yang sehari-hari bekerja sebagai mekanik bengkel, ditemukan meninggal dunia di kawasan Jalan Glatik, Kelurahan Sempaja Selatan, Kecamatan Samarinda Utara, Selasa (14/4/2026) sekitar pukul 13.10 Wita. Lokasi penemuan tepat berada di depan gerbang masuk Universitas Mulawarman (Unmul).

Penemuan jasad tersebut sontak menggegerkan warga sekitar, khususnya rekan-rekan korban yang mengenalnya sebagai sosok ramah dan mudah bergaul. Korban diketahui kerap menghabiskan waktu di lokasi tersebut bersama teman-temannya saat tidak sedang bekerja.

Salah satu rekan korban, Mujianto, mengungkapkan bahwa Suroto sehari-hari bekerja sebagai mekanik di sebuah bengkel. Namun, di waktu senggang, korban sering berkumpul di kawasan tersebut.

“Kalau aktivitas sehari-harinya kerja di bengkel. Tapi kalau libur, dia biasa nongkrong di sini sama teman-teman,” ujarnya.

Mujianto juga menyebut bahwa korban sudah cukup lama diketahui memiliki keluhan kesehatan, meski tidak diketahui secara pasti jenis penyakit yang dideritanya.

“Kalau sakit, dari sekitar empat tahun lalu sudah ada keluhan. Tapi pastinya sakit apa kami tidak tahu,” jelasnya.

Bahkan, sebelum ditemukan meninggal dunia, korban sempat mengeluhkan kondisi kesehatannya kepada rekan-rekannya. Ia diduga mengalami gangguan pada jantung dan berencana menjalani tindakan medis.

“Tadi sempat bilang soal jantungnya. Katanya mau pasang ring,” ungkapnya.

Menurutnya, korban baru saja pulang dari rumah sakit sehari sebelumnya dengan keluhan yang sama. Meski demikian, korban tidak sempat menyampaikan pesan khusus sebelum akhirnya ditemukan meninggal dunia.

“Tidak ada pesan apa-apa. Cuma sempat bilang soal mau pasang ring di jantungnya itu,” tambahnya.

Diketahui, Suroto merupakan perantau asal Jawa yang tinggal seorang diri di Samarinda. Selama ini, ia tidak memiliki keluarga di kota tersebut.

“Dia di sini hidup sendiri, keluarganya di Jawa, di Surabaya,” tutupnya.

Sementara itu, Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, membenarkan adanya penemuan mayat tersebut. Ia menjelaskan bahwa pihak kepolisian langsung menuju lokasi setelah menerima laporan dari masyarakat.

“Kami menerima informasi adanya penemuan mayat di Jalan Glatik, depan gerbang Unmul. Korban seorang laki-laki, setelah dilakukan identifikasi diketahui bernama Suroto, usia 61 tahun, pekerjaan mekanik bengkel,” jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan awal di lokasi, polisi tidak menemukan adanya tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban. Namun demikian, penyelidikan lebih lanjut tetap dilakukan untuk memastikan penyebab pasti kematian.

“Untuk sementara tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan. Namun kami tetap melakukan penyelidikan lebih lanjut untuk memastikan penyebab kematian korban,” tegasnya.

Petugas juga menemukan adanya obat-obatan yang diduga berkaitan dengan kondisi kesehatan korban, yang menguatkan dugaan bahwa korban memiliki riwayat penyakit.

Saat kejadian, korban diketahui sedang berada di lokasi untuk bersantai bersama dua rekannya. Tempat tersebut memang kerap dijadikan lokasi berkumpul oleh korban dan teman-temannya.

“Korban berada di lokasi karena sedang bersantai bersama rekan-rekannya. Memang tempat itu biasa digunakan untuk nongkrong saat tidak bekerja,” pungkasnya.

Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi oleh tim Inafis Polresta Samarinda dan PMI ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) AW Sjahranie Samarinda untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, termasuk proses identifikasi dan penentuan penyebab kematian secara medis. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id