Arus Mudik H-3 Lebaran di Samarinda Mulai Meningkat, Polisi Siagakan Personel dan Layanan Pos Terpadu

Pantauan CCTV dari Pos Terpadu Taman Samarendah arus lalulintas di beberapa ruas Kota Samarinda. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Memasuki H-3 Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, kondisi arus lalu lintas di Kota Samarinda mulai menunjukkan peningkatan aktivitas, terutama di kawasan pusat perbelanjaan dan pasar. Meski demikian, secara umum situasi lalu lintas masih terpantau relatif lancar dan terkendali.

Kasat Lantas Polresta Samarinda Kompol La Ode Prasetyo mengatakan, peningkatan volume kendaraan mulai terlihat pada waktu-waktu tertentu, khususnya menjelang waktu berbuka puasa.

“Untuk saat ini memang belum ada peningkatan yang signifikan, namun di beberapa lokasi seperti pusat perbelanjaan dan pasar mulai terlihat adanya peningkatan aktivitas masyarakat,” ujarnya.

Menurutnya, kepadatan arus lalu lintas biasanya terjadi pada sore hari saat masyarakat mulai beraktivitas menjelang berbuka. Beberapa ruas jalan yang menjadi perhatian antara lain Jalan Juanda serta kawasan Simpang Muara–Slamet Riyadi yang terpantau mulai padat.

“Menjelang berbuka puasa, di beberapa titik seperti Jalan Juanda dan Simpang Muara Slamet Riyadi terlihat adanya peningkatan volume kendaraan,” jelasnya.

Untuk mengantisipasi potensi kemacetan, Polresta Samarinda telah menempatkan personel di sejumlah titik rawan serta melaksanakan patroli rutin bersama Dinas Perhubungan.

Petugas di lapangan disiagakan untuk melakukan pengaturan lalu lintas secara langsung apabila terjadi kepadatan, termasuk melakukan rekayasa lalu lintas jika diperlukan.

Selain itu, sejumlah titik yang sebelumnya dikenal rawan kemacetan seperti Simpang Gunung Lingai, Gunung Mangga, dan Sungai Dama hingga saat ini masih terpantau dalam kondisi ramai lancar.

“Kalau ada kemacetan, anggota kami langsung bergerak ke lokasi untuk melakukan pengaturan,” katanya.

Berdasarkan pengalaman pada tahun-tahun sebelumnya, puncak arus mudik di Samarinda diperkirakan akan terjadi pada (18/03/2026) hingga (19/03/2026), seiring dimulainya masa libur bagi sebagian besar masyarakat.

“Untuk puncaknya kemungkinan terjadi pada tanggal 18 dan 19, baik untuk arus keluar maupun masuk ke Samarinda,” ungkapnya.

Di sisi lain, selama pelaksanaan Operasi Ketupat Mahakam 2026 yang dimulai sejak (13/03/2026), pihak kepolisian mencatat adanya beberapa kejadian kecelakaan lalu lintas.

“Sejauh ini sudah ada tiga kejadian kecelakaan lalu lintas dengan korban luka berat,” tuturnya.

Menyikapi hal tersebut, kepolisian mengimbau masyarakat agar tetap berhati-hati selama berkendara, terutama saat melakukan perjalanan mudik. Pengendara diminta untuk mematuhi aturan lalu lintas, melengkapi dokumen kendaraan, serta memastikan kondisi kendaraan dalam keadaan layak jalan.

Selain pengamanan di lapangan, Polresta Samarinda juga telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung bagi para pemudik melalui sejumlah pos yang tersebar di berbagai titik strategis.

“Di pos terpadu kami menyediakan tempat istirahat bagi pemudik. Kami juga bekerja sama dengan PMI dan relawan untuk menyediakan layanan kesehatan dan ambulans,” lanjutnya.

Secara keseluruhan, Polresta Samarinda menyiagakan sekitar 400 personel gabungan yang ditempatkan di 11 pos, terdiri dari pos terpadu, pos pengamanan, dan pos pelayanan.

Pos-pos tersebut tersebar di sejumlah lokasi strategis seperti Bandara APT Pranoto, pelabuhan, gerbang tol, kawasan Jembatan Mahkota II, serta pusat perbelanjaan dan pasar.

Terakhir, La Ode juga mengimbau masyarakat agar tidak ragu memanfaatkan fasilitas yang telah disediakan, terutama bagi pemudik yang membutuhkan tempat istirahat selama perjalanan.

“Kami mengimbau masyarakat yang kelelahan saat mudik untuk tidak sungkan singgah di pos-pos yang tersedia. Kami siap memberikan pelayanan dan bantuan,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id