Balap Liar di Samarinda Mulai Berkurang Selama Ramadan, Polisi Lakukan Penindakan dan Pembinaan

Wakil Wali Kota Samarinda Saifudin Zuhri bersama Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Samarinda mencatat adanya penurunan aktivitas balap liar di sejumlah ruas jalan selama bulan suci Ramadan tahun ini. Meski demikian, aparat kepolisian tetap melakukan patroli dan pengawasan untuk memastikan kegiatan yang membahayakan keselamatan tersebut tidak kembali marak di Kota Samarinda.

Kapolresta Samarinda Kombes Pol Hendri Umar mengatakan bahwa jika dibandingkan dengan tahun sebelumnya, aktivitas balap liar selama Ramadan tahun ini menunjukkan tren penurunan. Hal tersebut terlihat dari semakin berkurangnya laporan yang diterima kepolisian terkait kegiatan balap liar di berbagai titik di Kota Samarinda.

“Alhamdulillah kalau dibandingkan dengan tahun sebelumnya ada penurunan. Memang pada awal bulan puasa masih ditemukan beberapa aktivitas balap liar oleh anggota di lapangan,” ujarnya.

Ia menjelaskan, pada awal Ramadan masih ada sejumlah kelompok remaja yang melakukan balap liar di beberapa ruas jalan di Kota Samarinda. Aktivitas tersebut terpantau oleh personel kepolisian yang melakukan patroli rutin, baik dari Satuan Lalu Lintas (Satlantas) maupun Satuan Samapta.

Menurutnya, aksi balap liar tersebut biasanya terjadi pada waktu-waktu tertentu, mulai dari siang hari hingga malam hari, bahkan menjelang waktu sahur. Beberapa titik di Kota Samarinda sempat menjadi lokasi berkumpulnya para pelaku balap liar.

Namun, seiring berjalannya waktu, intensitas aktivitas tersebut terus berkurang dari hari ke hari. Bahkan dalam satu hingga dua pekan terakhir, laporan mengenai balap liar hampir tidak ditemukan lagi di berbagai wilayah di Kota Samarinda.

“Awalnya memang masih ada di beberapa titik, kadang siang, kadang malam menjelang sahur. Tapi lama-kelamaan semakin berkurang. Bahkan laporan dalam satu minggu hingga sepuluh hari terakhir ini hampir tidak ada balap liar di seluruh Kota Samarinda,” katanya.

Meski situasi mulai terkendali, Polresta Samarinda tetap meningkatkan patroli serta pengawasan di sejumlah ruas jalan yang sebelumnya kerap dijadikan lokasi balap liar. Langkah ini dilakukan untuk mencegah munculnya kembali aktivitas tersebut.

Kapolresta juga menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan kepada jajaran kepolisian, khususnya Kasat Lantas, Kasat Samapta, serta personel patroli, untuk segera mengambil tindakan apabila menemukan aktivitas balap liar di lapangan.

Apabila ada pengendara yang kedapatan melakukan balap liar, aparat kepolisian akan langsung mengamankan mereka dan membawa ke kantor kepolisian untuk dilakukan proses pembinaan.

“Kalau ditemukan, langsung amankan pengendara yang melakukan balap liar tersebut dan bawa ke kantor polisi,” tegas Hendri.

Ia menambahkan bahwa para pelaku balap liar yang diamankan tidak langsung diperbolehkan pulang. Mereka akan menjalani proses pembinaan terlebih dahulu di kantor kepolisian hingga dijemput oleh orang tua masing-masing.

Langkah tersebut dilakukan sebagai bentuk edukasi sekaligus memberikan efek jera agar para remaja tidak kembali melakukan aksi yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.

“Pelaku tidak boleh pulang sampai dijemput oleh orang tuanya. Setelah itu orang tua diminta membuat surat pernyataan bahwa anaknya tidak akan mengulangi perbuatannya lagi,” tutupnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id