Samarinda, Kaltimetam.id – Misteri penemuan jasad perempuan di sebuah gubuk kosong di Jalan Pramuka RT 01, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, akhirnya mulai terungkap. Kepolisian memastikan korban bernama Sutini (53), setelah dilakukan proses identifikasi melalui sidik jari oleh tim Inafis Polresta Samarinda.
Sebelumnya, korban ditemukan tanpa identitas pada Kamis (26/2) sore oleh sejumlah anak-anak yang sedang bermain dan berburu burung di sekitar lokasi. Penemuan tersebut langsung dilaporkan warga kepada pihak kepolisian.
Kapolsek Palaran, AKP Iswanto, menjelaskan bahwa saat pertama kali ditemukan, tidak terdapat dokumen atau kartu identitas di sekitar jasad korban.
“Awalnya kami tidak menemukan identitas apa pun di lokasi. Setelah dilakukan pemeriksaan sidik jari, identitas korban akhirnya terungkap atas nama Sutini, usia 53 tahun,” ujarnya.
Saat ditemukan, kondisi korban cukup memprihatinkan. Di bagian kepala terdapat kain yang melilit hingga menutupi wajah. Selain itu, pakaian yang dikenakan korban tampak robek di beberapa bagian.
Temuan tersebut memunculkan dugaan awal adanya tindak kekerasan.
Jasad korban kemudian dievakuasi ke RSUD Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk dilakukan autopsi guna memastikan penyebab kematian.
Hasil pemeriksaan tim forensik menguatkan dugaan tersebut. Polisi memastikan terdapat tanda-tanda kekerasan pada tubuh korban.
“Dari hasil autopsi ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan. Artinya korban meninggal dunia secara tidak wajar,” tegas Iswanto.
Meski demikian, pihak kepolisian belum membeberkan secara rinci bentuk luka atau penyebab pasti kematian, karena proses penyelidikan masih terus berjalan.
Terkait kemungkinan adanya unsur kekerasan seksual, polisi belum dapat memberikan kepastian.
“Semua kemungkinan masih kami dalami. Nanti akan kami sampaikan perkembangan lebih lanjut apabila pelaku sudah berhasil diungkap,” tambahnya.
Berdasarkan informasi warga, Sutini sebelumnya pernah tinggal di kawasan Simpang Pasir, Palaran. Namun belakangan diketahui menetap di wilayah Loa Janan KM 15.
“Menurut warga, almarhumah memang sudah pindah domisili. Tetapi masih sering bolak-balik ke Simpang Pasir,” ungkapnya.
Keterangan tersebut kini menjadi salah satu fokus penyelidikan, termasuk menelusuri siapa saja yang terakhir berinteraksi dengan korban sebelum ditemukan meninggal dunia.
Kasus ini ditangani Polsek Palaran dengan dukungan Tim Jatanras Polresta Samarinda. Penyidik tengah mengumpulkan keterangan saksi, menelusuri jejak komunikasi korban, serta melakukan penyisiran tambahan di sekitar lokasi penemuan.
Polisi juga tidak menutup kemungkinan adanya lebih dari satu pelaku, meskipun hingga saat ini belum ada pihak yang diamankan.
“Kami mohon masyarakat tetap tenang dan tidak berspekulasi. Percayakan proses penyelidikan kepada pihak kepolisian,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id







