Balap Liar Kembali Marak, Polresta Samarinda Amankan Sembilan Motor dan Siapkan Ajang Resmi Kapolresta Cup

Motor balap liar yang berhasil diamankan pihak kepolisian. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Praktik balap liar dan penggunaan knalpot brong kembali menjadi perhatian aparat kepolisian di Kota Samarinda, terutama selama bulan Ramadan. Dalam patroli yang digelar pada dini hari, jajaran Polresta Samarinda mengamankan sembilan sepeda motor yang terindikasi digunakan untuk balap liar serta tidak memenuhi standar kelayakan kendaraan.

Penindakan tersebut merupakan tindak lanjut atas laporan masyarakat yang merasa resah dengan aktivitas balap liar di sejumlah titik kota. Kegiatan ini juga dilaksanakan atas arahan langsung Kapolresta Samarinda untuk menindak tegas pelanggaran yang berpotensi membahayakan keselamatan pengguna jalan.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Rifqi Sactio, menjelaskan bahwa patroli dilakukan bersama jajaran Satuan Lalu Lintas (Satlantas) sejak malam hingga dini hari.

“Kami dari Pamapta bersama Satlantas Polresta Samarinda menindaklanjuti laporan masyarakat dan arahan Kapolresta untuk menindak tegas praktik balap liar serta penggunaan knalpot brong di jalan,” ujarnya.

Menurut Sactio, aktivitas balap liar terpantau di beberapa lokasi, namun titik yang paling dominan berada di kawasan Pahlawan. Wilayah tersebut kerap menjadi arena balapan ilegal pada malam hingga menjelang subuh.

“Untuk kejadian ada di beberapa titik, tetapi yang paling utama terjadi di daerah Pahlawan,” jelasnya.

Sembilan kendaraan yang diamankan langsung diproses oleh Satlantas dengan tindakan tilang. Polisi juga memeriksa kelengkapan surat-surat kendaraan serta memastikan knalpot diganti sesuai standar.

Bagi pelaku yang masih berstatus pelajar atau di bawah umur, kepolisian memanggil orang tua untuk memberikan pembinaan.

“Anak-anak di bawah umur yang diamankan kami panggil orang tuanya untuk dijemput dan diberikan imbauan agar lebih diawasi,” tambahnya.

Polresta Samarinda menegaskan bahwa pengawasan orang tua menjadi kunci dalam mencegah balap liar. Kepolisian meminta para orang tua lebih peduli terhadap aktivitas anak-anaknya, terutama pada malam hari selama Ramadan.

“Kami mengimbau seluruh orang tua di Kota Samarinda untuk lebih perhatian. Jangan sampai anak menjadi pelaku balap liar atau malah menjadi korban dari kegiatan tersebut,” tegasnya.

Balap liar tidak hanya membahayakan pelaku, tetapi juga pengguna jalan lainnya yang melintas di ruas jalan umum.

Menanggapi keluhan komunitas pecinta otomotif yang menginginkan arena balap resmi, Polresta Samarinda berencana menghadirkan ajang bertajuk “Kapolresta Cup” sebagai solusi alternatif.

Program ini digagas untuk memberikan ruang bagi anak muda yang memiliki hobi balap agar dapat menyalurkan bakatnya secara legal dan lebih aman.

“Ada inovasi dari Bapak Kapolresta, yaitu Kapolresta Cup yang akan memfasilitasi anak-anak muda Samarinda yang memiliki hobi balap agar bisa dilakukan secara resmi dan lebih aman,” ungkapnya.

Rencana awal kegiatan tersebut akan dilaksanakan di kawasan Jalan Kusuma Bangsa. Namun waktu pelaksanaannya masih akan disesuaikan selama bulan Ramadan.

Dengan adanya kompetisi resmi tersebut, kepolisian berharap minat balap liar dapat ditekan karena para pecinta otomotif memiliki wadah yang lebih terorganisir dan memenuhi standar keselamatan.

Polresta Samarinda memastikan patroli dan penindakan akan terus dilakukan secara rutin, khususnya pada malam hingga dini hari, guna menjaga situasi kamtibmas tetap kondusif selama Ramadan.

“Kami akan terus melakukan patroli di titik-titik rawan. Tujuannya jelas, untuk menjaga keselamatan masyarakat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id