Lonjakan Kekerasan Anak di Kaltim, DPRD Kaltim: Ini Bukan Lagi Kasus Individual, Tapi Gejala Krisis Keluarga

Samarinda, Kaltimetam.id – Kasus kekerasan terhadap anak yang mencuat kembali di sejumlah wilayah Kalimantan Timur dalam dua bulan terakhir mendapat perhatian serius dari Komisi IV DPRD Kaltim.

Ketua Komisi IV, H. Baba, menegaskan bahwa peningkatan insiden tersebut tidak dapat lagi dipandang sebagai kasus kriminal semata, melainkan tanda keretakan sosial yang terjadi dalam sistem pengasuhan keluarga.

Ia menyebut, sejumlah kasus yang ditangani belakangan justru melibatkan orang tua sebagai pelaku utama. Menurutnya, fakta ini harus dibaca sebagai sinyal bahwa fungsi psikologis keluarga sedang mengalami tekanan yang tidak lagi mampu dikendalikan oleh mekanisme proteksi sosial yang ada.

“Jika sampai seorang orang tua kehilangan kontrol hingga mencederai atau menghilangkan nyawa anaknya, kita harus melihat itu sebagai gejala serius, bukan sekadar tindak kejahatan pribadi,” ucapnya.

Lebih lanjut, H. Baba menilai, situasi ini menunjukkan lemahnya sistem deteksi dini terhadap stres keluarga dan kesehatan mental. Kerentanan psikologis, menurutnya, tidak pernah diberi ruang evaluasi dalam sistem layanan publik, padahal menjadi faktor pemicu paling kuat di balik tindak kekerasan dalam rumah tangga.

Menurutnya, tekanan ekonomi, pertengkaran kronis, isolasi sosial, hingga pola asuh yang masih berbasis hukuman fisik ikut memperburuk kondisi. Namun, ia menilai respons pemerintah cenderung berat pada aspek hukuman, sementara pemulihan mental pelaku maupun korban sering kali tercecer.

“Banyak orang tua tidak punya kapasitas mengelola emosi dan kurang memahami pola asuh adaptif. Akibatnya kekerasan dipilih sebagai respon atas konflik,” tegasnya.

Ia meminta agar eskalasi kasus kekerasan anak dipandang sebagai kegagalan kolektif negara dalam memproteksi keluarga sebagai unit dasar masyarakat. Secara khusus, ia menyoroti minimnya akses konseling keluarga di tingkat kelurahan dan desa, padahal situasi tekanan psikologis sangat mudah tumbuh di lingkungan sosial yang tidak stabil. (Adv/DPRDKaltim/SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id