1.282 Tilang Dikeluarkan Selama 13 Hari Operasi Patuh Mahakam 2025, Helm Masih Jadi Pelanggaran Dominan di Samarinda

Operasi Patuh Mahakam 2025 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda telah memasuki hari ke-13. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Operasi Patuh Mahakam 2025 yang digelar oleh Satuan Lalu Lintas Polresta Samarinda telah memasuki hari ke-13 dengan hasil yang mencerminkan tantangan besar dalam penegakan disiplin berlalu lintas di ibu kota Kalimantan Timur. Sejak digelar, aparat kepolisian telah menerbitkan sebanyak 1.282 surat tilang dan 1.782 teguran kepada para pengendara yang melanggar aturan.

Kasat Lantas Polresta Samarinda, Kompol Laode Prasetyo Fuad, menyampaikan bahwa dalam kegiatan yang digelar pada sore ini, tepatnya di Jalan KH Wahid Hasyim 1, pihaknya menindak 40 kendaraan yang terbukti melakukan pelanggaran. Dari hasil penindakan tersebut, pelanggaran terbanyak masih didominasi oleh pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan helm.

“Kesadaran masyarakat dalam menggunakan helm masih rendah. Padahal, helm bukan hanya perlengkapan wajib, tapi juga menyangkut keselamatan jiwa pengendara itu sendiri,” ujarnya.

Jalan Wahid Hasyim 1 dipilih sebagai lokasi operasi karena kawasan ini dikenal sebagai jalur padat kendaraan dan sering kali menjadi titik pelanggaran lalu lintas. Operasi dilaksanakan menjelang jam sibuk sore hari agar efektif menjaring pengendara yang lalai terhadap aturan. Keberadaan petugas yang dilengkapi dengan peralatan dokumentasi juga menjadi bagian dari upaya transparansi dan akuntabilitas pelaksanaan operasi.

Lebih lanjut, Laode menambahkan, selain tidak memakai helm, pelanggaran lain yang juga masih ditemukan di lapangan mencakup pengendara yang melawan arus, menggunakan ponsel saat berkendara, dan pengendara di bawah umur. Semua pelanggaran ini dianggap berpotensi besar menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

“Kami tidak ingin hanya menindak, tapi juga ingin menyampaikan pesan bahwa keselamatan berlalu lintas adalah tanggung jawab bersama. Teguran juga kami berikan sebagai bentuk pembinaan, terutama kepada pelanggar yang masih bisa diberikan pemahaman,” katanya.

Operasi Patuh Mahakam sendiri merupakan agenda nasional yang dilaksanakan serentak oleh seluruh satuan lalu lintas di Kalimantan Timur, termasuk Polresta Samarinda. Kegiatan ini bertujuan untuk menekan angka kecelakaan dan meningkatkan kesadaran hukum masyarakat terhadap aturan lalu lintas yang berlaku.

Di luar pelaksanaan Operasi Patuh Mahakam yang secara resmi akan berakhir dalam waktu dekat, Kompol Laode menegaskan bahwa penertiban dan razia tetap akan terus dilakukan secara berkala. Ia menyebut bahwa kesadaran berlalu lintas tidak boleh hanya muncul saat ada operasi semata.

“Operasi ini sifatnya hanya momentum. Setelah ini pun kami tetap akan lakukan kegiatan serupa, karena tugas kami adalah memastikan keselamatan pengguna jalan. Penertiban tetap akan berjalan walaupun tanpa label operasi khusus,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia juga mengimbau agar para orang tua turut berperan dalam mengawasi anak-anak mereka agar tidak mengendarai kendaraan bermotor di bawah umur. Ia menyebut bahwa keterlibatan keluarga sangat penting dalam membentuk budaya tertib berlalu lintas sejak dini.

“Keselamatan bukan hanya urusan polisi. Ini tanggung jawab semua pihak. Mulai dari rumah, sekolah, hingga masyarakat luas. Kami berharap ada kerja sama aktif dari semua elemen,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version