Samarinda, Kaltimetam.id – Etnis Tionghoa yang berada di Kota Samarinda, merayakan tahun baru Imlek 2575 Kongzili atau tahun baru China, Sabtu dengan berdoa bersama di Klenteng Tien Le Kong, di Jalan Yos Sudarso, depan Pelabuhan Samarinda.
Salah satu warga Samarinda yang merupakan Etnis Tionghoa yang mengikuti Perayaan Imlek, Le Kong, Sui Ye Cin (82) menjelaskan bahwa perayaan Imlek pada tahun ini memasuki tahun Naga Kayu.
“Tahun ini, umat Konghucu memasuki Tahun Naga Kayu, yang kami yakini sebagai tahun yang penuh keberuntungan dan kemakmuran,” jelasnya.
Di Klenteng ini juga, para penganut agama Konghucu melakukan berbagai macam ritual untuk memohon doa serta meminta berkat kepada tuhan dan para leluhur.
Mereka juga melakukan pembakaran kertas yang berisi permintaan dan ucapan terimakasih kepada tuhan.
“Tradisi minta doa di klenteng ini sudah saya lakukan sejak keci,” ucapnya.
Dikemukakannya, untuk pelaksanaan ibadah sebenarnya sudah dilakukan sejak pukul 00.00 Wita hari ini. Namun karena pada saat itu Samarinda diguyuri hujan deras, maka kegiatan sembahyang yang dilakukan umat Konghucu di Tien Le Kong Samarinda banyak didatangi pada siang hari.
Sui Ye Cin menjelaskan bahwa di klenteng ini terdapat banyak dewa-dewa yang disembah oleh umat Konghucu. Ia mengaku percaya bahwa dewa-dewa tersebut akan membantunya dalam segala hal.
“Selain berdoa di klenteng, kami juga memiliki tradisi lain untuk merayakan Imlek, yaitu berkumpul dengan keluarga dan teman-teman, untuk makan siang bersama hingga bercerita,” katanya.
menuturkan bahwa makanan khas yang biasa disajikan saat Imlek antara lain lumpia, soto, sate, lontong cap go meh dan lainnya.
“Saya berharap perayaan Imlek tahun ini akan membawa keberkahan dan kebahagiaan untuk pribadi dan keluarga,” ungkapnya.
Terpisah, Jennifer (18) menjelaskan bahwa perayaan Imlek merupakan perayaan yang paling sangat ditunggu-tunggu. Sebab, selain mendapatkan angpao, ia juga bisa berkumpul dengan keluarga serta teman-temannya yang jarang ia temui.
“Kami biasa berkumpul dengan keluarga dan teman yang lama tak bertemu, terus makan-makan bareng keluarga, bisa bertemu dengan om serta tante, sepupu, kakek dan nenek, pokoknya seru banget,” jelasnya.
Terakhir, Jennifer menganggap Imlek sebagai momen silaturahmi yang penting. Ia merasa bersyukur bisa merayakan Imlek dengan keluarga dan teman-temannya.
“Menurut saya Imlek ini bukan hanya sekedar angpao dan makanan saja. Melainkan, bisa bersilahturahmi serta kebersamaan dan keharmonisan juga. Saya berdoa pada perayaan imlek pada tahun ini bisa membawa kedamaian serta kesejahteraan bagi kita semuanya,” tutupnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
