Warga Jalan Sumur Pitu Samarinda Geger, Seorang Pria Ditemukan Meninggal Dunia di Belakang Rumah

Tim PMI bersama Inafis Polresta Samarinda lakukan evakuasi jenazah ke dalam Ambulans. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana tenang di kawasan Jalan Sumur Pitu, Kelurahan Simpang Pasir, Kecamatan Palaran, Kota Samarinda, mendadak berubah geger setelah warga menemukan seorang pria muda dalam kondisi meninggal dunia di belakang rumahnya, Kamis (14/5/2026) pagi.

Korban diketahui berinisial ASE (23) dan ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan kabel listrik serta tali rafia. Penemuan jasad korban sontak mengundang perhatian warga sekitar yang berdatangan ke lokasi setelah kabar tersebut menyebar.

Peristiwa itu pertama kali diketahui oleh seorang warga bernama Budi Santoso yang saat itu tengah membersihkan rumput di sekitar lingkungan rumah korban.

Budi mengaku awalnya sedang melakukan aktivitas rutin menyemprot rumput di kawasan jalan sekitar rumah. Namun saat berkeliling ke bagian belakang rumah korban, ia dikejutkan dengan pemandangan tubuh korban yang sudah tergantung.

“Tadi nyemprot rumput di jalan, lalu keliling sampai rumahnya, lalu melihat ini,” ujarnya.

Budi mengatakan dirinya mengenal korban, namun tidak terlalu dekat karena jarang berinteraksi dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau sehariannya tidak begitu paham karena jarang ketemu, cuma kenal saja,” katanya.

Menurut Budi, korban diketahui tinggal bersama keluarganya di rumah tersebut.

Setelah melihat kondisi korban, Budi langsung melaporkan kejadian itu kepada ketua RT dan keluarga korban yang kemudian diteruskan kepada pihak kepolisian.

Tak lama berselang, aparat kepolisian dari Polresta Samarinda tiba di lokasi untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan mengevakuasi jasad korban.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengatakan pihaknya menerima laporan dari masyarakat terkait penemuan seorang pria meninggal dunia di belakang rumah.

“Pada hari ini tanggal 14 Mei 2026 kami menerima laporan dari warga bahwa ada orang meninggal dunia di belakang rumah,” ujarnya.

Ia menjelaskan korban merupakan laki-laki berusia 23 tahun yang ditemukan dalam kondisi tergantung.

Menurut Mat Bahri, berdasarkan keterangan saksi awal, korban pertama kali ditemukan saat warga hendak membersihkan rumput di sekitar rumah.

“Awal penemuannya itu bahwa saksi mengatakan pada saat akan membersihkan rumput di sekitar rumahnya korban melihat mayat bunuh diri,” katanya.

Saksi kemudian langsung memberitahukan kejadian tersebut kepada pihak keluarga dan aparat setempat.

Saat petugas tiba di lokasi, korban ditemukan dalam posisi tergantung menggunakan kabel listrik dan tali rafia di bagian belakang rumah.

“Untuk awal penemuan itu berada di belakang rumah dengan posisi tergantung menggunakan kabel listrik dan tali rafia,” jelasnya.

Meski dugaan sementara mengarah pada aksi bunuh diri, pihak kepolisian hingga kini masih melakukan penyelidikan untuk memastikan penyebab pasti kematian korban.

“Untuk penyebabnya sendiri kami belum tahu, masih dalam proses penyelidikan,” tuturnya.

Namun berdasarkan keterangan awal dari pihak keluarga, korban diketahui pernah mengalami kecelakaan dan sempat menjalani operasi beberapa waktu lalu.

“Dari keterangan pihak keluarga bahwa korban pernah mengalami kecelakaan dan pernah operasi,” katanya.

Polisi belum dapat memastikan apakah kondisi tersebut memiliki kaitan dengan peristiwa yang terjadi.

Usai dilakukan olah TKP, jasad korban kemudian dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda guna pemeriksaan lebih lanjut.

“Untuk jenazah saat ini kami evakuasi ke Rumah Sakit AWS oleh PMI Kota Samarinda,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version