Warga Bengkuring Keluhkan Air Kotor dan Bau, Begini Penjelasan PDAM Samarinda!

Kondisi air PDAM yang menyala kecil berwarna kotor serta berbau tanah di Jalan Padat Karya Bengkuring Gang H. Barus (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Sejumlah warga yang berlokasi di kawasan Jalan Padat Karya Bengkuring tepatnya di Gang H. Barus, Kota Samarinda mengeluhkan air PDAM berwarna kuning seperti tanah serta berbau. Selain itu juga, mereka sempat mengalami krisis air bersih lantaran distribusi air terhambat atau mati selama beberapa hari.

Warga Bengkuring Gang H. Barus, Kiting menjelaskan kondisi terkini air dikawasan Bengkuring dan sekitarnya ngalir kecil berwarna keruh serta bau tanah. Ia juga mengaku, sudah beberapa hari sebelumnya tidak mendapatkan pasokan air bersih.

“Air dikawasan sini sudah sekitar 5 sampai 6 harian mati, ini sudah mulai nyala kecil. Namun, warnanya kuning serta berbau tanah,” jelasnya.

Lebih lanjut, Kiting mengatakan bahwa air dikawasan Bengkuring baru sore tadi menyala. Namun, keadaannya tidak layak pakai. Kondisi seperti ini baru kali ini ia rasakan.

Untuk sementara, Kiting harus mengeluarkan uang untuk membeli air bersih dari luar dengan biaya yang tidak murah. Untuk harga besaran yang ia keluarkan sekitar Rp 80 ribu untuk per 1.4 liternya.

“Kalau 1.4 liternya paling bertahan sekitar 3-4 hari saja, Kalau seminggu bisa sampai Rp 160 ribu. Sedangkan kalau sampai sebulan mati air berapa sudah itu uang yang harus dikeluarkan,” ungkapnya.

Kiting juga telah menghubungi pihak dari PDAM mempertanyakan soal kapan permasalahan air disana cepat teratasi. Paling tidak, warga dikawasan Bengkuring agar bisa kembali menikmati air bersih.

“Saya sudah mengubungi PDAM, katanya akan segera diatasi. Pesan aja kepada PDAM, agar tim kontrolnya agar sering kelapangan, agar tau wilayah mana saja yang mati air,” singkatnya.

Terpisah, Asisten Manajer dan Humas Baru Perumdam Tirta Kencana Samarinda, Sendya Ibanez menjawab atas keluhan-keluhan dari masyarakat serta perihal mati air.

Ibanez menjelaskan bahwa keruhnya air itu disebabkan oleh kondisi pipa yang sudah sangat tua, dengan adanya endapan lumpur di dalamnya. Sehingga, pasokan air ke rumah-rumah warga tidak bersih dan kotor.

“Untuk produksi tetap berjalan seperti biasa. Dan untuk instalasi nya juga tidak mengalami kendala. Yang jadi permasalahan itu air tidak jalan, sehingga terjadi endapan lumpur yang berada di dalam pipa. Akibatnya, saat distribusi air menjadi keruh,” bebernya.

Terakhir, ia menegaskan bahwa tim dari PDAM tidak mungkin menyalurkan air dengan kondisi kotor atau keruh. Untuk sementara waktu, dirinya menghimbau kepada masyarakat harap bersabar mengenai masalah air tersebut.

“Setelah mendapatkan laporan tersebut, tim kami langsung menuju lapangan. Kami berjanji paling tidak malam ini kondisi air bisa kembali membaik,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version