Viral Usai Ikut Aksi Demonstrasi, Acil Mercedes Kini Dapat Bantuan Renovasi Rumah dari PKK Kaltim dan Harum Center

Tangis haru Acil Mercedes usai mendapatkan bantuan renovasi rumah dari Yayasan Harum Center. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Suasana haru menyelimuti sebuah rumah sederhana di kawasan Jalan Lambung Mangkurat, Gang Masjid, Blok F, Kelurahan Pelita, Kota Samarinda, Jumat (22/5/2026). Nur Fitriani atau yang akrab disapa Acil Mercedes tak kuasa menahan tangis saat rumah yang telah ia tempati selama puluhan tahun akhirnya mendapat bantuan perbaikan.

Perempuan paruh baya itu sebelumnya sempat menjadi perhatian publik usai videonya viral di media sosial karena ikut dalam aksi demonstrasi dan mencatut spanduk Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud beberapa waktu lalu. Namun di balik viralnya aksi tersebut, Acil Mercedes justru mendapatkan perhatian sosial dari berbagai pihak.

Bantuan sosial tersebut diberikan melalui kolaborasi PKK Kalimantan Timur, organisasi Baladika Kaltim, serta Yayasan Harum Center yang didirikan oleh anggota DPR RI Fraksi Golkar, Syarifah Suraidah.

Rumah sederhana yang selama ini ditempati Acil Mercedes diketahui berada dalam kondisi memprihatinkan. Sejumlah bagian rumah tampak tidak layak, termasuk perabot rumah tangga yang sebagian besar merupakan barang lama dan rusak.

Ketua Umum Baladika Kaltim, Helmi mengatakan, awal kedatangan pihaknya ke rumah Acil Mercedes sebenarnya hanya untuk menyerahkan hadiah berupa telepon genggam yang sebelumnya telah dijanjikan oleh Ketua DPW DRUPADI Baladika Kaltim.

“Awalnya Ketua DPW DRUPADI Baladika hendak memberikan handphone ke Maria Mercedes ini sebagai hadiah. Jadi makanya kita datang ke rumahnya untuk memberikan handphone yang sudah dijanjikan,” ujar Helmi.

Namun ketika tiba di lokasi, rombongan melihat langsung kondisi rumah Acil Mercedes yang dinilai membutuhkan perhatian lebih serius.

Menurut Helmi, kondisi tersebut kemudian dilaporkan kepada Ketua PKK Kalimantan Timur Syarifah Suraidah Harum yang juga merupakan istri Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud.

“Kemudian kita juga melihat keadaan rumah dari Maria Mercedes ini cukup memprihatinkan. Sehingga Ketua DPW DRUPADI Baladika yang juga sebagai anggota PKK Kaltim membawa Ketua PKK Kaltim sekaligus istri Gubernur Kaltim, Syarifah Suraidah Harum untuk meninjau langsung kondisi rumah tersebut,” katanya.

Tak lama setelah melihat langsung kondisi rumah, bantuan sosial pun segera diberikan.

Bantuan tersebut tidak hanya berupa kebutuhan rumah tangga, tetapi juga program bedah rumah agar tempat tinggal Acil Mercedes menjadi lebih layak huni.

Menurut Helmi, langkah cepat yang dilakukan PKK Kaltim bersama Harum Center merupakan bentuk kepedulian sosial terhadap masyarakat kecil yang membutuhkan perhatian pemerintah.

“Di sini Ibu Syarifah Suraidah sebagai Ketua PKK Kaltim juga punya program sosial, sehingga diberikan bantuan perbaikan rumah untuk Maria Mercedes. Jadi ini murni atas inisiasi Baladika dengan PKK Kaltim,” jelasnya.

Ia menegaskan bahwa Baladika Kaltim hanya menjadi penghubung untuk membantu masyarakat yang membutuhkan uluran tangan.

“Karena Bu Syarifah Suraidah Harum ini bagian dari pemerintah, dan melihat masyarakatnya ada yang kurang mampu, jadi diberikan bantuan. Kita dari Baladika cuma bentuk perpanjangan tangan saja. Dan ini bentuk respon cepat beliau,” tegasnya.

Bantuan yang diberikan meliputi penggantian berbagai perabot rumah tangga hingga renovasi bagian dalam rumah yang sebelumnya dinilai tidak layak digunakan.

“Hari ini kita sudah mulai bantu untuk perbaikan rumahnya. Sebagian barang yang tidak terpakai sudah kita keluarkan dan diganti yang baru seperti bantal, guling, selimut, kasur dan lain-lain,” tuturnya.

Kedatangan Syarifah Suraidah Harum ke rumah Acil Mercedes juga menjadi perhatian warga sekitar. Dalam kunjungannya, Syarifah bahkan disebut datang langsung menggunakan sepeda motor dan ikut membantu membersihkan barang-barang lama di dalam rumah.

Kehadiran istri gubernur tersebut disambut hangat oleh Acil Mercedes dan masyarakat sekitar yang ikut menyaksikan proses bantuan sosial berlangsung.

Bagi Acil Mercedes, perhatian yang diberikan tersebut menjadi pengalaman yang tak pernah ia bayangkan sebelumnya.

Perempuan yang mengaku telah tinggal di rumah itu selama sekitar 26 tahun terlihat berkali-kali mengusap air mata saat melihat rumahnya mulai diperbaiki dan diisi berbagai perabot baru.

“Saya nikah di sini sudah 26 tahun, baru kali ini rumah benar-benar dibedah. Bahagia, siapa yang enggak bahagia,” ujar Acil dengan suara bergetar.

Ia mengaku selama bertahun-tahun hidup dalam keterbatasan dan hanya memiliki barang-barang bekas yang sebagian besar sudah tidak layak pakai.

Kini, perlahan rumah mungilnya mulai berubah dengan hadirnya tempat tidur baru, lemari, hingga berbagai kebutuhan rumah tangga lainnya.

“Baru ini kami merasa punya barang baru. Biasanya barang bekas, jelek-jelek,” katanya sambil menahan tangis.

Suasana haru bahkan sempat berubah menjadi kepanikan kecil ketika Acil Mercedes tiba-tiba jatuh pingsan.

Peristiwa itu terjadi setelah salah seorang pendamping menyampaikan salam dari Gubernur Kalimantan Timur Rudy Mas’ud kepada dirinya.

Momen tersebut sontak membuat warga dan relawan di lokasi panik. Beruntung Acil Mercedes tidak lama kemudian sadar kembali.

Setelah siuman, ia langsung memanjatkan doa bagi kesehatan dan umur panjang untuk Ketua PKK Kaltim, Gubernur Rudy Mas’ud, serta seluruh keluarga mereka.

“Allah selalu membukakan pintu rezeki. Panjang umur, sehat semuanya,” ucap Acil lirih.

Program bantuan sosial tersebut disebut menjadi bagian dari kepedulian terhadap warga prasejahtera di Samarinda agar tetap merasakan perhatian dan kehadiran pemerintah daerah.

Kehadiran bantuan bedah rumah dari Yayasan Harum Center juga menuai berbagai respons positif dari masyarakat di media sosial.

Banyak warga menilai bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian sosial tanpa memandang latar belakang maupun perbedaan pandangan politik.

Bagi Acil Mercedes sendiri, bantuan itu menjadi titik harapan baru dalam hidupnya setelah bertahun-tahun tinggal dalam kondisi serba terbatas.

“Terima kasih ya Allah. Orang miskin seperti saya baru sekarang merasa diperhatikan,” pungkasnya sambil terus mengusap air mata bahagia. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id

Exit mobile version