Samarinda, Kaltimetam.id – Peristiwa tragis kembali mengguncang Kalimantan Timur. Seorang warga bernama Rusel ditemukan tewas secara mengenaskan di posko penolakan truk tambang batu bara di Desa Muara Kate. Rusel menjadi korban pembunuhan pada Jumat dini hari, 15 November 2024, sekitar pukul 04.30 WITA. Saat kejadian, ia tengah tertidur di posko yang dibangun secara swadaya oleh warga untuk mengawasi jalur hauling tak resmi yang kerap dilewati truk tambang.
Diduga, pelaku menyayat leher Rusel hingga tewas di tempat. Kasus ini langsung memicu kekhawatiran luas di masyarakat sekitar, terutama karena posko tersebut menjadi simbol perlawanan terhadap aktivitas hauling batu bara yang dianggap merusak lingkungan dan membahayakan warga.
Menurut pengakuan sejumlah warga, sebelumnya mereka kerap menerima ancaman dari orang tak dikenal sejak menyuarakan penolakan terhadap truk tambang yang melintas di desa mereka. Namun, sampai saat ini belum ada jaminan keamanan yang nyata dari aparat ataupun pemerintah.
“Kami sudah sering terima ancaman. Tapi tidak pernah ada pengamanan. Sekarang malah sampai ada korban jiwa,” ujar salah satu warga yang enggan disebutkan namanya.
Sekretaris Komisi I DPRD Kaltim, Salehuddin, menyampaikan keprihatinan mendalam atas peristiwa ini. Ia menegaskan bahwa suara warga yang menyuarakan hak atas lingkungan hidup yang aman tidak boleh dibalas dengan intimidasi, apalagi kekerasan.
“Gubernur juga sudah mengumpulkan berbagai entitas, termasuk tokoh-tokoh masyarakat, untuk berdialog dan menciptakan kesepahaman. Itu bentuk konkret yang sangat positif,” kata Salehuddin.
Namun ia juga mengingatkan bahwa pendekatan dialog saja tidak cukup. Negara harus hadir untuk menjamin kepastian hukum dan perlindungan terhadap masyarakat, terutama di daerah yang terdampak langsung oleh aktivitas tambang.
“Jangan sampai proses ini mengarah pada ketidakjelasan hukum, atau bahkan membuka ruang konflik horizontal. Ini harus diselesaikan secara tegas dan adil. Kita tidak boleh membiarkan korban berikutnya jatuh karena kelambanan dalam bertindak,” tegasnya.
Salehuddin berharap kepolisian bergerak cepat dalam mengungkap kasus pembunuhan Rusel dan menindak tegas pelakunya. Ia juga mendorong adanya pendampingan hukum dan perlindungan bagi warga yang masih aktif menyuarakan penolakan terhadap jalur hauling yang melanggar aturan. (Adv/DPRDKaltim/SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
