Tak Cukup Dibentuk, 59 Koperasi di Samarinda Didorong Segera Produktif

Gedung Koperasi Merah Putih Kelurahan Harapan Baru, Samarinda. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Pembentukan puluhan Koperasi Merah Putih di seluruh kelurahan di Samarinda kini memasuki tahap krusial.

Setelah struktur organisasi terbentuk, pemerintah kota mulai menyoroti satu hal penting: memastikan koperasi benar-benar berjalan dan tidak berhenti sebatas seremoni.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, dan Perindustrian (Diskumi) Samarinda, Jusmaramdhana Alus, menyebut saat ini seluruh kelurahan telah memiliki koperasi yang dibentuk melalui musyawarah warga.

“Seluruh kelurahan di Samarinda sudah membentuk Koperasi Merah Putih melalui mekanisme musyawarah kelurahan. Jadi totalnya ada 59 koperasi,” ujarnya, Sabtu (16/5/2026).

Dari jumlah tersebut, sebagian koperasi mulai memasuki tahap operasional. Namun, pemerintah menilai proses ini tidak boleh berhenti pada pembentukan saja.

“Pengurus dipilih langsung oleh masyarakat, bukan ditentukan pemerintah. Jadi memang berbasis kebutuhan dan kesepakatan warga di kelurahan masing-masing,” jelasnya.

Menurutnya, model tersebut menjadi kunci agar koperasi bisa bertahan, karena program usaha yang dijalankan benar-benar disesuaikan dengan kebutuhan warga di masing-masing wilayah.

Saat ini, sebanyak 21 koperasi telah dinyatakan siap berjalan. Bahkan dua di antaranya, yakni di Kelurahan Harapan Baru dan Karang Asam, sudah rampung sepenuhnya dan mulai difungsikan.

“Alhamdulillah ada dua yang sudah 100 persen selesai,” katanya.

Meski begitu, tantangan masih muncul di sejumlah titik, terutama terkait penyediaan lahan. Hingga kini, terdapat enam lokasi yang masih terkendala status aset.

Jusmaramdhana menjelaskan, sebagian besar koperasi dibangun dengan memanfaatkan aset milik Pemkot melalui skema pinjam pakai. Namun, untuk beberapa titik yang berada di atas aset milik Pemprov Kaltim, diperlukan mekanisme berbeda.

“Kami masih berupaya mencari solusi, karena kalau menggunakan skema sewa tentu perlu anggaran tambahan, sementara saat ini belum tersedia,” ungkapnya.

Di sisi lain, Pemkot mulai mendorong koperasi agar segera memiliki aktivitas usaha yang konkret.

Sejumlah sektor usaha pun mulai diarahkan, mulai dari penyediaan kebutuhan pokok, distribusi gas LPG, penyaluran beras, hingga peluang layanan kesehatan sesuai karakter wilayah.

“Yang penting usahanya benar-benar berjalan dan sesuai kebutuhan masyarakat,” tegasnya.

Ia pun mengingatkan, keberhasilan koperasi tidak diukur dari cepatnya pembangunan fisik, tetapi dari keberlanjutan aktivitas ekonominya.

“Jangan sampai hanya penuh saat launching, lalu beberapa hari kemudian kosong dan tidak berjalan. Yang paling penting itu keberlanjutan usahanya,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id