Strategi Digital Kaltim Gandeng 30 Influencer Promosikan Desa Wisata

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Kalimantan Timur, Ririn Sari Dewi. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Dinas Pariwisata Kalimantan Timur mulai menyiapkan strategi promosi yang lebih modern untuk mendongkrak popularitas desa wisata. Salah satu langkah yang kini dipilih adalah menggandeng influencer sebagai mitra utama dalam memperluas jangkauan promosi destinasi unggulan di era digital.

Kepala Dinas Pariwisata Kaltim, Ririn Sari Dewi, menyebut bahwa pihaknya tidak bisa lagi hanya mengandalkan cara-cara konvensional.

Menurutnya, desa wisata perlu dikenal secara luas dan cepat agar bisa bersaing, dan influencer dianggap mampu menjangkau audiens yang lebih luas, terutama generasi muda.

“Nah kita juga nanti akan memberikan perlengkapan support untuk promosinya, kebetulan di perubahan ini kita kerjasama juga dengan influencer untuk promosi desa wisata dan destinasi unggulan lainnya,” jelas Ririn, Rabu (10/9/2025).

Strategi tersebut akan dilaksanakan bersamaan dengan target peningkatan status desa wisata di Kaltim. Setiap tahun, pemerintah provinsi menargetkan minimal lima desa naik dari status berkembang menjadi desa maju.

Dengan promosi yang gencar lewat berbagai kanal digital, diharapkan daya tarik desa wisata dapat lebih mudah menjangkau wisatawan lokal maupun mancanegara.

Ririn menegaskan, keterlibatan influencer bukan sekadar tambahan, melainkan bagian penting dalam ekosistem pemasaran modern. Influencer dinilai mampu menciptakan konten kreatif yang lebih dekat dengan gaya komunikasi masyarakat digital, terutama melalui media sosial seperti Instagram, TikTok, dan YouTube.

“Influencernya banyak, ada sekitar 20 sampai 30 orang nanti. Karena kita juga tidak hanya bekerja lewat media online, tapi juga banyak saluran lain yang akan bersama kita di bidang pemasaran,” kata Ririn.

Menurutnya, kerja sama ini akan memberikan dampak ganda. Selain meningkatkan eksposur desa wisata, kolaborasi dengan influencer juga membuka ruang bagi keterlibatan masyarakat lokal yang ingin terjun di bidang kreatif digital.

Dengan begitu, promosi desa wisata bukan hanya tugas pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama yang lebih luas.

“Karena salah satu strategi pemasaran, promosi adalah kerja sama dan itu menjadi satu hal yang sudah biasa, memang seharusnya di era digitalisasi,” tutupnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id