Samarinda, Kaltimetam.id – Memasuki Bulan Ramadhan aksi balap liar semakin marak terjadi di Samarinda Provinsi Kalimantan Timur.
Satlantas Polresta Samarinda membentuk tim khusus, untuk meminimalisir terjadinya aksi balapan liar yang saat ini fenomena marak terjadi selama bulan Ramadhan berlangsung.
Selayaknya Bulan Ramadhan bagi umat muslim menjadi bulan yang disambut dengan suka cita karena disebut sebagai bulan penuh berkah.
Bulan Ramadhan juga dijadikan sebagai waktu untuk lebih banyak beribadah dan berbagi serta kegiatan positif lainnya.
Namun Bulan Ramadhan di Samarinda, Kalimantan Timur, aksi balap liar semakin menjadi-jadi selama Bulan Ramadan.
Menanggapi hal ini, Kasatlantas Polresta Samarinda Kompol Creato Sonitehe Gulo mengatakan bahwa jika fenomena balapan liar masih saja terus terjadi di Kota Samarinda, terkhusus juga pada saat bulan Ramadhan.
“Kami telah membuat tim khusus, dan itu terdari dari Intel, Reskrim dan lain-lainnya untuk meminimalisir terjadinya fenomena ini,” katanya.
Lebih lanjut, Gulo menjelaskan bahwa pihak kepolisian harus menyiapkan strategi khusus untuk menjaring para pemuda yang terlibat aksi balapan liar. Sebab, mereka melakukan aksi tersebut secara spontan.
“Jadi kami akan melakukan monitoring di setiap titik. Seperti beberapa hari yang lalu di Simpang Lembuswana dan Jalan Siradj Salman, kami telah menyiagakan anggota dilokasi. Untuk memotret dan merekam vidio, jadi kami tau mereka larinya kemana,” jelasnya.
Selain itu, ia menyatakan bahwa proses mengamankan para pengendara balap liar tidak seperti dulu. Satlantas akan mencari cara tersendiri, untuk mengamankan para pengendara yang terlibat.
“Karena kalau penangkapan langsung itu terlalu birisiko, baik untuk petugas ataupun pengendara balap liar,” ungkap Gulo.
Ia menilai bahwa cara seperti memotret atau merekam video wajah pelaku, baik melalui tangan petugas ataupun kamera ETLE, justru lebih aman dan tidak berisiko menganggu ketertiban umum, ataupun keselamatan kedua beluh pihak.
“Setelah kami kumpulkan bukti, baru kami tindak mereka,” ucapnya.
Terakhir, Gulo menghimbau kepada seluruh pemuda yang ada di Kota Samarinda, agar memanfaatkan bulan Ramadhan ini dengan kegiatan-kegiatan yang lebih positif lagi, dan menjauhi dari resiko yang negatif contohnya seperti balapan liar.
“Kami menghimbau kepada masyarakat Kota Samarinda agar jangan sampai terlibat dalam aksi balapan liar, karena ini sangat merugikan sekali,” pungkasnya. (SIK)
Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id
