Sapi Jumbo 1,07 Ton “Bejo” Asal Tanah Merah Terpilih Jadi Hewan Kurban Presiden di Kaltim

Sapi jumbo “Bejo” berbobot 1,07 ton milik Mujianto di kandangnya, Kelurahan Tanah Merah, Samarinda. Sapi tersebut terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden untuk Iduladha 1447 Hijriah. (Foto: Ree/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Seekor sapi berbobot jumbo mencapai 1,070 ton milik peternak asal Kelurahan Tanah Merah, Kota Samarinda, terpilih sebagai hewan kurban bantuan Presiden Republik Indonesia di Kaltim untuk perayaan Iduladha 1447 Hijriah.

Sapi tersebut merupakan salah satu dari total 13 ekor sapi bantuan presiden yang disalurkan di Kalimantan Timur, termasuk untuk kabupaten/kota, kawasan IKN, dan provinsi.

Sapi dengan jenis Brahman Cross itu diberi nama “Bejo” oleh pemiliknya, Mujianto. Terpilihnya sapi Bejo sebagai hewan kurban presiden menjadi kebanggaan tersendiri bagi Mujianto.

Ia mengaku tidak pernah menyangka sapi peliharaannya akan dipilih, terlebih sehari sebelumnya hewan tersebut sempat ditawar oleh seorang pengusaha dengan harga lebih tinggi.

“Saya tidak menyangka sama sekali. Sehari sebelumnya sudah ada yang menawar dengan harga lebih tinggi, tapi besoknya saya ditelepon dari dinas, ditanya ada sapi bobot 1 ton untuk Presiden. Saya bilang ada,” ujarnya saat diwawancarai, Minggu (24/5/2026).

Mujianto menegaskan, dirinya tidak mempermasalahkan harga saat sapi tersebut ditetapkan sebagai bantuan presiden.

Menurutnya, hal tersebut merupakan sebuah kehormatan karena sapi miliknya dipercaya untuk kebutuhan kurban orang nomor satu di Indonesia.

“Kalau untuk Presiden, saya menyesuaikan saja. Ini sebuah kebanggaan,” imbuhnya.

Sapi Bejo sendiri merupakan hasil persilangan antara Brahman dan Simmental yang kini berusia sekitar enam tahun. Di kandangnya, sapi tersebut menjadi yang terbesar sekaligus terbaik dibandingkan ternak lainnya.

“Ini yang paling berat dan terbaik di kandang saya. Alhamdulillah bisa terpilih,” ungkap Mujianto.

Perjalanan Bejo hingga mencapai bobot lebih dari satu ton tidaklah mudah. Mujianto menceritakan, sapi tersebut awalnya didatangkan dari Sulawesi dengan bobot sekitar 900 kilogram.

Namun, pada awal pemeliharaan, Bejo sempat mengalami kesulitan beradaptasi, terutama dalam hal pola makan dan kondisi fisik.

“Awalnya sulit sekali adaptasi, mulai dari makan sampai kondisi badannya. Perawatannya cukup merepotkan,” jelasnya.

Meski demikian, dengan perawatan intensif dan proses yang panjang, Bejo akhirnya tumbuh sehat dan semakin besar. Nama “Bejo” yang dalam bahasa Jawa berarti beruntung pun dianggap menjadi doa yang akhirnya terwujud.

“Saya kasih nama Bejo, harapannya membawa keberuntungan. Alhamdulillah sekarang benar-benar terpilih,” tutur Mujianto.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Dinas Peternakan Provinsi Kalimantan Timur yang telah merekomendasikan sapinya hingga terpilih sebagai hewan kurban bantuan presiden.

Rencananya, sapi Bejo akan disembelih di kawasan Masjid Islamic Center Samarinda. Namun, jadwal pengiriman masih menunggu arahan lebih lanjut dari dinas terkait.

“Untuk pengiriman kami masih menunggu informasi dari dinas,” pungkasnya. (REE)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id