Potongan Tubuh Ditemukan di Dua Lokasi, Polisi Pastikan Korban Dimutilasi Jadi Tujuh Bagian

Tim PMI Kota Samarinda evakuasi potongan tubuh manusia ke RSUD AWS. (Foto: Siko/Kaltimetam.id)

Samarinda, Kaltimetam.id – Kasus penemuan potongan tubuh manusia di kawasan Jalan Gunung Pelandu, Kelurahan Sempaja Utara, Kecamatan Samarinda Utara, Kalimantan Timur, dipastikan merupakan tindak pembunuhan sadis. Kepolisian mengungkap korban dimutilasi menjadi tujuh bagian sebelum dibuang di dua lokasi berbeda dalam satu kawasan permukiman.

Peristiwa yang terjadi pada Sabtu (21/3/2026), bertepatan dengan Hari Raya Idulfitri 1447 Hijriah ini, sontak menggemparkan warga sekitar. Awalnya, potongan tubuh manusia ditemukan oleh warga dalam kondisi terpisah di dua titik yang berjarak tidak terlalu jauh.

Pamapta I Polresta Samarinda, Ipda Mat Bahri, mengungkapkan bahwa temuan tersebut merupakan hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) yang dilakukan aparat kepolisian.

“Ada tujuh potongan tubuh yang ditemukan. Termasuk kepala dalam kondisi utuh, dua kaki, dua tangan, bagian paha, dan badan. Untuk sementara organ tubuhnya lengkap,” ujar Mat Bahri kepada wartawan di lokasi kejadian.

Ia menjelaskan, dua titik penemuan potongan tubuh tersebut berjarak sekitar 70 hingga 100 meter, namun masih berada dalam satu wilayah RT yang sama. Kondisi ini menguatkan dugaan bahwa pelaku sengaja membuang bagian tubuh korban secara terpisah untuk menghilangkan jejak.

“Lokasinya masih satu kawasan, hanya berbeda titik saja,” jelasnya.

Selain potongan tubuh korban, polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti di sekitar lokasi. Di antaranya dua buah karung yang diduga digunakan untuk membungkus potongan tubuh, serta pakaian yang diyakini milik korban.

“Barang bukti yang kita temukan berupa pakaian korban dan dua karung. Untuk senjata tajam yang digunakan pelaku, sampai saat ini masih belum ditemukan,” ungkapnya.

Hingga kini, identitas korban belum dapat dipastikan. Kondisi jenazah yang telah terpotong-potong membuat proses identifikasi memerlukan pemeriksaan lebih lanjut oleh tim forensik. Bahkan, jenis kelamin korban pun masih dalam tahap pendalaman.

“Identitas dan jenis kelamin korban belum bisa dipastikan. Kita masih menunggu hasil pemeriksaan dari tim forensik,” katanya.

Seluruh bagian tubuh korban telah dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Abdul Wahab Sjahranie (AWS) Samarinda untuk dilakukan autopsi. Proses tersebut diharapkan dapat mengungkap identitas korban, penyebab kematian, serta perkiraan waktu kejadian.

“Jenazah sudah dibawa ke RSUD AWS untuk dilakukan otopsi oleh tim forensik,” tambahnya.

Sementara itu, Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polresta Samarinda kini tengah melakukan penyelidikan intensif untuk mengungkap pelaku di balik aksi keji tersebut. Polisi juga masih mendalami kemungkinan adanya saksi, rekaman CCTV di sekitar lokasi, serta jejak lain yang dapat mengarah pada pelaku.

Peristiwa ini menimbulkan keresahan di tengah masyarakat, terlebih lokasi kejadian merupakan kawasan permukiman yang relatif sepi dengan akses terbatas. Warga mengaku tidak mendengar adanya aktivitas mencurigakan sebelum penemuan potongan tubuh tersebut.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap tenang dan tidak berspekulasi terkait kasus ini, serta segera melaporkan kepada aparat apabila memiliki informasi yang dapat membantu proses penyelidikan.

“Kami akan terus mendalami kasus ini dan berupaya mengungkap pelaku secepat mungkin. Kami juga mengharapkan kerja sama dari masyarakat,” pungkasnya. (SIK)

Dapatkan informasi terbaru dan terkini di Instagram @Kaltimetam.id